Satria Mandala, Riwayatmu Kini

Standard

Oleh: Yulita Maudiana, Ilmu Komunikasi Universitas Nasional 2014

Museum merupakan tempat rekreasi yang bermanfaat untuk dikunjungi. Selain menawarkan tempat untuk berwisata, dengan adanya musem juga dapat menimba ilmu pengetahuan khususnya dalam bidang sejarah. Karena pada dasarnya museum mempunyai fungsi rekreasi dan edukasi.

Museum mandala misalnya, museum memajangkan koleksi dari benda-benda yang mempunyai nilai sejarah tentang Bangsa Indonesia ini sangat rekomendasi untuk dikunjungi, terlebih untuk kaum muda. Hal ini bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme dan juga untuk menambah wawasan sejarah mengenai bangsa ini. Continue reading

SEJARAH TERBENTUKNYA KSM UNAS (PART 3)

Standard

Oleh: Munandar Nugraha Saputra

Perpolitikan Kampus

Perebutan SEMA FISIP 2004-2005 menjadi awal persinggungan KSM UNAS dengan beberapa anggota dari organisasi ekstra kampus di UNAS. Kawan Narto (GMS) mendatangi Gomez untuk bargaining politik menjadi sekum, tetapi ditolak. Disinilah awal persinggungan KSM UNAS dengan GMS UNAS.

Setelah hal itu, sempat ada forum yang di desain untuk mengkolaborasikan Kawan Gomes dengan Jacko sebagai Ketua dan Sekum. Forum ini di inisiasi oleh senior GMS. Senior-senior GMS menyudutkan kawan Gomes untuk menjadi Sekum. Jacko adalah Ketua GMS JAYA ketika itu. Sebelum berangkat pada pertemuan kedua, kawan Gomes berbicara kepada saya, lalu saya katakan, “kalau mau datang, temui mereka. Katakan dengan tegas tentang apa yang ingin kita raih, kalaupun harus membuat kesepakatan, jangan mau menjadi orang no dua”. Karena kita memang ingin benar-benar merebut, dan melakukan perbaikan di FISIP, tentunya sesuai dengan idealisme kita. Kawan Gomez menginginkan saya untuk mendampinginya sebagai sekum. Tetapi, dalam perkembangannya, saya melihat ada masalah yang perlu diperbaiki dalam konteks yang lebih luas. Jujur saja, ketika itu tidak ada sedikitpun yang melirik Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISIP sebagai institusi Mahasiswa yang penting. Continue reading

SEJARAH TERBENTUKNYA KSM UNAS (PART 2)

Standard

Oleh: Munandar Nugraha Saputra

Sejarah Berdirinya

Terhitung sejak 28 oktober 2004 KSM UNAS berdiri sebagai organisasi secara formal, walaupun sebenarnya ada proses “KSM UNAS non formal” yang cukup lama untuk kemudian memastikan legalitas berdirinya KSM UNAS sebagai organisasi pada tanggal tersebut. Jelang usianya yang ke 12 tahun ini, satu hal yang patut kita banggakan adalah, sudah 11 kali estafet kepemimpinan berpindah tangan (Adi Pras – Adi Thea – Didit – Fahmi – Budi – Wem – Hakam – Wahid – Angga – Bekar – Adara – Nico – Fiqri). Ya, sebagai organisasi kader, kaderisasi kepemimpinan yang dilakukan setiap tahun, tentunya menjadi ukuran keberhasilan. Terlepas dari fluktuasi capaian dari masing-masing periode kepengurusan yang pastinya dipengaruhi oleh kondisi dan realitas yang ada. Semoga di Kongres yang ke 12 dan yang seterusnya nanti, akan terpilih dan terbentuk kepemimpinan dan kepengurusan yang lebih solid, lebih militan dan lebih progressif dari waktu ke waktu. Continue reading

Dibalik Gaya Kumis Adolf Hitler

Standard

Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi (2013)

hitler

Adolf Hitler dengan kumis “sikat gigi”nya.
(Sumber: http://static.tvtropes.org/pmwiki/pub/images/ahitler.jpg)

Rambut yang tumbuh di atas bibir atas atau disebut kumis ini memang pernah dan masih menjadi tren di zaman ini. Mulai dari kumis tipis hingga kumis yang tebal, lebat, runcing lagi. Kumis memang sering melambangkan kejantanan. Selain itu juga memang mempunyai manfaat, studi terbaru dari University of Southern Queensland menemukan, bahwa lelaki yang memiliki khususnya kumis dan jenggot mendapat perlindungan sebesar 90-95 persen dari kerusakan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari dan berisiko rendah terkena kanker kulit. Carol Walker, ahli kesehatan rambut dan pemilik Birmingham Trichologi Centre mengatakan juga, bahwa kumis dapat menahan debu dan serbuk sari yang menjadi asma. Sehingga alergen (pemicu alergi) itu tidak dapat masuk ke hidung dan paru-paru. Continue reading

Gondrong is not a crime

Standard

Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi Unas (2013)

rhoma-irama

                                              Sang Ksatria Bergitar dengan rambut gondrongnya                                              (https://amadeus82.files.wordpress.com/2013/03/rhoma-irama.jpg)

Rambut gondrong adalah sebutan untuk pria yang memiliki rambut panjang dan sering dikaitkan dengan gaya hidup urakan, tidak mau mengikuti aturan masyarakat, dan bertindak semaunya. Gondrong pun identik dengan perilaku kejahatan karena film-film sering memunculkan tokoh penjahat dengan pria berambut gondrong, sehingga tertanam di pikiran masyarakat  bahwa pria yang mempunyai rambut gondrong identik dengan perilaku kejahatan. Padahal belum tentu semua pria yang berambut gondrong melakukan kejahatan.

Bila dilihat secara historis, menurut Anthony Reid, rambut gondrong sangat melekat dalam tradisi masyarakat Asia Tenggara, termasuk Nusantara saat itu, sebagai perlambang atau simbol kekuatan dan kewibawaan seseorang. Sehingga, menumbuhkan dan memelihara rambut panjang merupakan cara menunjukan kekuatan, kekuasaan, dan kewibawaan seseorang. Maka tak heran juga, film-film yang berlatar kerajaan masa lampau, para jagoan, ksatria atau raja digambarkan dengan rambut yang gondrong juga. Continue reading