Refleksi Kilat Sumpah Pemuda

Standard

Oleh: Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi Universitas Nasional 2014

Tepat tanggal 28 Oktober tahun 1928, Para pemuda Indonesia bersatu dan bersumpah serapah untuk mempersatukan dan menanamkan nilai – nilai nasionalisme demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Di inisiasi oleh Perhimpunan Para Pelajar Indonesia (PPPI), Ikrar Pemuda tersebut di publikasikan pada kongres kedua pemuda Nusantara. Continue reading

Semangat Ini Masih Menyala !!!

Standard

Oleh : Nur Arif Nico Gesano, Ilmu Komunikasi Universitas nasional 2014

1928, tepatnya tanggal 28 pada bulan Oktober, para pemuda berkumpul untuk mempertemukan visi dan misi mereka, bukan bertujuan untuk mengusik atau mencari perhatian, melainkan berkumpul untuk memerdekakan bangsanya. Diberikan nama Sumpah Pemuda, ialah janji keramat para pemuda Indonesia yang diteriakan dan dikumandangkan keras pada tanggal 28Oktober 1928. Berisikan hembusan nafas cinta kepada rakyat Indonesia yang berjanji akan Continue reading

Narkoba: Masih Menjadi Ancaman Anak Bangsa

Standard

Oleh: Monica Rachman, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Narkoba sekarang ini menjadi permasalahan yang tidak bisa kita diamkan. Bagaimana tidak, sekarang ini narkoba menjadi masalah nomor satu di setiap kalangan.Semakin hari semakin banyak saja kalangan yang menggunakan narkoba mengingat Indonesia merupakan pasar yang cukup besar untuk pengedaran narkoba. Ini dikarenakan sebagian besar penduduk kita adalah usia produktif.

Pengguna narkoba sekarang ini terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari pilot, pengacara, pekerja kantoran, anak usia sekolah sampai mahasiswa. Melihat kenyataan ini tentunya sangat miris mengingat anak usia produktif lah yang menjadi korbannya. Usia produktif ini biasanya menjadi target pengedar narkoba, dikarenakan pada usia ini biasanya masih ingin mencoba sesuatu yang baru. Continue reading

Generasi Muda Tanpa Rokok

Standard

Oleh: Fitrah Hanifah, Sastra Jepang Unas (2014)

Masa depan bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Banyak hal yang pemerintah lakukan untuk menjenjang potensi-potensi pemuda Indonesia, contohnya gratis biaya sekolah selama 12 tahun, beasiswa universitas di Indonesia maupun di luar negri, fasilitas gedung kreasi, dan banyak lagi yang lainya. Namun pemerintah masih kurang memperhatikan kesehatan pemuda Indonesia yang seharusnya menjadi acuan utama dikarenakan pemuda yang memiliki jiwa pemimpin harus mempunyai raga yang sehat dan otak yang cerdas. Salah satu masalah terbesar yang terjadi akibat kelengahan pemerintah adalah merokok dikalangan remaja. Sudah menjadi hal yang umum dilihat ketika seorang anak SMP menghisap rokok di kawasan umum.

Menurut survei pada tahun 2014, lelaki perokok di Indonesia mencapai 91%, dengan 40% diantaranya adalah remaja. Ini menunjukkan bahwa pengawasan pemerintah terhadap kesehatan remaja masih kurang optimal. Continue reading

Pentingnya Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah

Standard
Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi Unas (2013)
Keunikan manusia sebenarnya tak hanya di kemampuan berpikirnya tapi juga kemampuannya dalam berbahasa. Ernest Cassirer menyebutkan bahwa manusia sebagai Animal symbolicum, artinya manusia menggunakan simbol, yang secara generik mempunyai cakupan luas dari Homo sapiens yaitu makhluk yang berpikir, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol.

Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa ini maka kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak dapat dilakukan. Kita lihat di Indonesia yang terdiri atas bermacam-macam suku di tanah air mempunyai bahasa masing-masing yang digunakan dalam komunikasi antar suku.

Bahasa yang dikomunikasikan di tiap suku menghasilkan norma yang berbeda. Dari norma yang dihasilkan menciptakan aktifitas yang berbeda. Dan dari aktifitas yang berbeda menghasilkan kebudayaan yang berbeda di tiap suku. Lalu bagaimana cara Indonesia untuk mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Tanah Air?

Continue reading

Sumpah Pemuda dan Separuh Jiwa Nasionalisme

Standard

Oleh: Nanda Ellyas, Hubungan Internasional Unas (2012)

Kini banyak sekali generasi muda yang tak lagi paham dengan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah bagi tanah air tercinta ini. Seolah Sumpah Pemuda adalah sesuatu yang usang dan tak layak untuk disimpan menjadi suatu identitas.

Padahal Sumpah Pemuda bisa menjadi alat untuk menanggapi tantangan politik kontemporer yang kini menganggap perbedaan adalah hal yang lumrah. Apalagi sekarang banyak yang bicara atas nama reformasi dengan mengklaim bahwa Sumpah Pemuda ialah simbol sakti komitmen menghormati keberagaman politik.

Kata-kata yang terdiri tiga butir yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, yakni ‘kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia’, sebenarnya cocok dengan konsep Bhineka Tunggal Ika dalam kesetiaan terhadap persatuan bangsa.

Continue reading