Tips & Trik Berkegiatan di Alam Bebas

Standard

Oleh: Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi Universitas Nasional 2014

Akhir – akhir ini, berkegiatan di alam liar banyak di gandrungi oleh generasi milenial. Pemandangan alam yang di tawarkan di hutan belantara maupun di lautan seakan menjadi magnet untuk menarik banyak orang untuk menjajakannya. Mendaki gunung misalnya, salah satu kegiatan outdoor yang banyak di sukai kalangan remaja masa kini. Continue reading

(Mempertanyakan) Keadilan Di Bumi Pertiwi

Standard

Oleh: Nur Arif Nico Gesano, Ilmu Komunikasi Universitas Nasional 2014

Keadilan, menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), keadilan adalah sifat (perbuatan, perlakuan, dsb) yang adil. sedangkan menurut Aristoteles keadilan adalah tindakan memberikan sesuatu kepada setiap orang yang sesuai dengan haknya.  Apabila mengartikan keadilan secara umum, ketika seseorang ingin dikatakan dalam golongan orang yang baik setidaknya orang tersebut haruslah memiliki nilai-nilai keadilan dalam kehidupannya. Perlakuan dan Continue reading

Wisata alam Indonesia atau cendala alam Indonesia

Standard

Oleh: Fitrah Hanifah, Ilmu Sastra Jepang Universitas Nasional (2014)

Indonesia , negeri dimana kau hanya butuh tongkat dan jala untuk hidup, “orang bilang tanah kita tanah surga” , bagi saya yang hanya manusia kecil berkewarganegaraan Indonesia , pernyataan ini bukan hanya lirik lagu semata namun benar adanya. Tidak perlu ijazah pertanian untuk bisa menanam ditanah surga ini, kita masyarakat Indonesia di anugerahi tanah yang subur, namun sayangnya tidak semua malah lebih besar jumlah penduduk di indonesia tidak memiliki rasa bertanggung jawab atas anugerah ini. Dan pertanyaan besarnya ialah “apakah yang akan terjadi Jika kita tetap seperti ini?”. Continue reading

INDONESIAKU BUKAN INDONESIAMU

Standard

Oleh: Nur Arif Nico Gesano, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Saat ini permasalahan yang hadir di Indonesiaku sudah tidak terkendali lagi. Dari masalah sosial, kriminal, eksploitasi alam, sampai masalah terbesar yaitu korupsi yang merugikan bangsa ini. Indonesiaku belum bisa memberikan hukuman yang setimpal bagi pelanggarnya.

Kita mulai dari masalah sosial, Indonesiaku saat ini sudah kehilangan banyak nilai sosial. Sebagai contoh kecilnya adalah kebudayaan gotong-royong yang sudah jarang kita temui. Apabila kita tidak memiliki nilai kesadaran diri yang baik maka akan timbul rasa acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar. Padahal dari lingkungan sekitarlah kita bisa belajar menghadapi kerasnya lingkungan luar yang belum tentu memiliki nilai sosial yang sama. Sebenarnya nilai sosial yang baik harus sudah ditanamkan sejak kecil. Misalnya dari lingkup keluarga. Continue reading

Pesona Alam Gunung Papandayan

Standard

Oleh: Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi UNAS (2014)

Gunung Papandayan merupakan gunung api berjenis strato. Gunung ini terletak sekitar 70 km di sebelah tenggara Kota Bandung tepatnya di Kecamatan Cisurupan , Kabupaten Garut, , Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2665 m di atas permukaan laut ini, mempunyai beberapa kawah yang dinamai oleh warga sekitar, di antaranya ialah Kawah Baru, Kawah Mas, Kawah Nagklak, dan Kawah Manuk.

Meski termasuk golongan gunung yang tidak terlalu tinggi, tetapi keindahan , dan  keasrian gunung ini tidak kalah dengan gunung -gunung yang lebih tinggi. Gunung ini termasuk kategori gunung favorit yang sering dikunjungi para pendaki. Buktinya setiap akhir pekan apalagi hari libur, gunung ini tak pernah sepi pengunjung. Jalur pendakian pada gunung ini terasa landai, serta petunjuk jalan menuju puncak pun teramat jelas menjadikan gunung ini sangat direkomendasikan untuk para pendaki pemula. Continue reading

Potensi Indonesia Sebagai Negara Maritim

Standard

                                 Oleh: Nanda Ellyas, Hubungan Internasional Unas (2012)

Konsep kebijakan negara maritim terkonsentrasi terhadap wilayah dan keamanan laut demi membangun pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut sampai saat ini belum bisa dikatakan sebagai negara maritim karena lebih tergolong sebagai Archipelagic State (negara kepulauan).

Sudah jelas sumber mata pencarian masyarakat kita masih belum banyak terpusat pada laut. Padahal Indonesia telah dianugrahi potensi sumberdaya mineral laut yang cukup tinggi untuk memenuhi kesejahteraan rakyat. Seandainya kita dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi laut secara mandiri ketimbang asing yang melakukannya, dapat diprediksikan 100 kali lipat menaikan pendapatan kekayaan bagi negara.

Mengikuti isu-isu kontemporer dalam perkembangan dunia kelautan Internasional menjadi topik hangat yang selalu dibahas mengenai Dispute in The South China Sea yang akhir-akhir ini eksis dan tanggapan Presiden Joko Widodo sudah menyinggung masalah maritim ketika masa Pilpres 2014 bahwa Indonesia harus ikut berkepentingan dalam konstelasi politik kelautan di Laut China Selatan yang dapat mengancam bagi kedaulatan negara.

Continue reading

Indonesia dan Politik “Rapopo” dalam Kancah Dunia

Standard

                                   Oleh: Teuku Ramzy F, Hubungan Internasional Unas (2011)

Hingga tulisan ini diturunkan di web KSM Unas ini, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI ke-7 belum jua menetapkan struktur kabinetnya. Jokowi mungkin tengah menyadari bahwa ia berada dalam suatu kondisi yang sulit, dimana suara rakyat dan bisikan elite partai saling berbenturan dan mengusik hati nuraninya.

Penulis pun jadi tergelitik. Butuh waktu lama kah seorang presiden jika harus mengambil suatu keputusan yang nantinya berkaitan dengan hubungan luar negeri? Seperti kita ketahui, bahwasanya Jokowi berjanji untuk meneruskan berbagai prestasi presiden yang menjabat selama dua periode sebelumnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Menarik, karena dalam beberapa hal terkait urusan luar negeri, SBY kerap menuai pujian dari pihak asing. Mulai dari keaktifan Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Lebanon, bergabungnya dengan geng G20, yang tak lebih merupakan ajang formalitas-buang-buang anggaran dan sekedar upaya ikut serta dalam perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi, hingga pencalonan SBY sebagai Sekjen PBB.
Continue reading

Pentingnya Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah

Standard
Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi Unas (2013)
Keunikan manusia sebenarnya tak hanya di kemampuan berpikirnya tapi juga kemampuannya dalam berbahasa. Ernest Cassirer menyebutkan bahwa manusia sebagai Animal symbolicum, artinya manusia menggunakan simbol, yang secara generik mempunyai cakupan luas dari Homo sapiens yaitu makhluk yang berpikir, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol.

Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa ini maka kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak dapat dilakukan. Kita lihat di Indonesia yang terdiri atas bermacam-macam suku di tanah air mempunyai bahasa masing-masing yang digunakan dalam komunikasi antar suku.

Bahasa yang dikomunikasikan di tiap suku menghasilkan norma yang berbeda. Dari norma yang dihasilkan menciptakan aktifitas yang berbeda. Dan dari aktifitas yang berbeda menghasilkan kebudayaan yang berbeda di tiap suku. Lalu bagaimana cara Indonesia untuk mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Tanah Air?

Continue reading

Sumpah Pemuda dan Separuh Jiwa Nasionalisme

Standard

Oleh: Nanda Ellyas, Hubungan Internasional Unas (2012)

Kini banyak sekali generasi muda yang tak lagi paham dengan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah bagi tanah air tercinta ini. Seolah Sumpah Pemuda adalah sesuatu yang usang dan tak layak untuk disimpan menjadi suatu identitas.

Padahal Sumpah Pemuda bisa menjadi alat untuk menanggapi tantangan politik kontemporer yang kini menganggap perbedaan adalah hal yang lumrah. Apalagi sekarang banyak yang bicara atas nama reformasi dengan mengklaim bahwa Sumpah Pemuda ialah simbol sakti komitmen menghormati keberagaman politik.

Kata-kata yang terdiri tiga butir yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, yakni ‘kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia’, sebenarnya cocok dengan konsep Bhineka Tunggal Ika dalam kesetiaan terhadap persatuan bangsa.

Continue reading