Indonesia Perlu Bantu Korban Konflik di Irak dan Suriah

Standard

Oleh: Fitria Hariaty, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Anggota Komisi I DPR RI Darizal Basir meminta agar Indonesia turut aktif dalam memberikan bantuan kemanusiaan ke negara-negara yang tengah dilanda konflik di Timur Tengah seperti Irak dan Suriah. Dua negara tersebut tengah dilanda krisis multi dimensi akibat konflik internal yang menyebabkan munculnya gelombang pengungsian cukup besar dari negara ini.

 “Perekonomian bangsa memang belum stabil, tetapi memberikan bantuan kepada negara-negara yang tengah dilanda konflik tidak akan menjadikan bangsa ini miskin dan hancur”, katanya usai Rapat Dengar Pendapat dengan Dubes RI untuk Suriah, Djoko Harjanto, dan Dubes RI untuk Irak, Safzen Noerdin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Rabu (2/9/15).

Continue reading

Penyiaran Berita Menggunakan Teori Agenda Setting Media

Standard

Oleh: Fitria Hariaty, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Teori Agenda Setting menyatakan bahwa sebenarnya pikiran kita secara tidak sadar diatur oleh media. Apa yang kita saksikan, itu sudah ada “agendanya”. Teori ini seolah-olah berkata bahwa manusia adalah makhluk bodoh yang tidak bisa berpikir dengan otaknya sendiri, sehingga dengan mudahnya mereka bisa “disetir” oleh orang-orang dibalik layar yang bahkan tidak kita kenal.

Suatu hari pada saat kunjungan ke DPR, kami para mahasiswa diperbolehkan untuk bertanya kepada anggota DPR. Waktu itu memang masih hangatnya berita DPR yang menghabiskan sejumlah uang untuk merenovasi gedung hingga miliaran rupiah, bahkan WC nya pun bekisar hingga 2 miliaran. Berita yang timbul membuat teman saya dengan didukung oleh anak-anak lainnya, karena kami sering melakukan perdebatan, bertanya kepada salah seorang PR (public reletions). Ia bertanya pertanyan retoritis yang ditanyakan hampir seluruh warga negara indonesia yang kritis ini, “Kenapa DPR buang-buang duit? DPR kan wakil rakyat, tidakkah tahu bagaimana pendapat rakyat tentang DPR? Mau tutup kuping aja gitu?” dan jawaban sang ibu PR membuat saya berpikir, walau teman-teman bersorak dan bertepuk tangan. Dan PR tersebut hanya tersenyum dan dengan tenang menjawab, “itu kan yang ditampilkan media. Media selalu menampilkan yang buruk-buruknya dari pemerintah. Tapi ketika pemerintah melakukan hal yang baik atau mencapai sesuatu yang baik, mengapa hal tersebut tidak diberitakan? Kita disini jujur saja tidak pernah melakukan survey tingkat kepercayaan masyarakat pada kita hanya melalui koran saja”. Continue reading

Ucapan Selamat

Standard

Kelompok Studi Mahasiswa

Universitas Nasional

Mengucapkan

Selamat dan Sukses kepada

1429938537635

Jonathan

(anggota KSM Unas angkatan XIV)

Yang telah terpilih sebagai

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos)

Periode 2015-2016

dan

1429896707606

Fitria Hariaty

(anggota KSM Unas angkatan XIII)

Yang terpilih sebagai

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom)

Periode 2015-2016

Semoga dapat mengemban amanah yang diberikan dengan baik

GEMBAR-GEMBOR MEDIA TERKAIT BEGAL

Standard

Oleh : Fitria Hariaty, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Rawan pembegalan lebih booming dibanding pendatang artis Korea atau India saat ini. Masyarakat dibuatnya panik olehnya sehingga membatasi kegiatan baik orang perkantoran ataupun mahasiswa yang beraktifitas sampai larut malam.

Pemberitaan mengenai pembegalan membuat resah masyarakat. Kejadian yang terjadi di tempat-tempat tertentu seperti Depok atau sejumlah tempat lainnya semakin sepi dilewati ketika waktu menunjukan di atas jam 22.00.

Terlihat bahwa media melebih-lebihkan berita tersebut. Memang benar begal membahayakan, akan tetapi solusi yang dilakukan seharusnya bukan hanya berhati-hati atau membatasi orang beraktifitas tetapi lebih memperketat penjagaan daerah rawan tersebut. Continue reading

PT.KAI Kembali Menggusur

Standard
20141230_162537 Suasana penggurusan kios yang dilakukan oleh beberapa Satpol PP kecamatan Jakarta dan Dinas Perhubungan di sepanjang trotoar lintasan kereta api Pasar Minggu, 30 Desember 2014. ksmunas.org/Adara Sinatrya.

Jakarta – PT.KAI resmi menggusur Puluhan kios di sepanjang trotoar lintasan kereta api Pasar Minggu. Pembongkaran dilakukan oleh beberapa gabungan Satpol PP kecamatan di Jakarta dan dibantu oleh Dinas Perhubungan dan ratusan polisi keamanan dikerahkan.

“Penggusuran ini terjadi diakibatkan habisnya masa kontrak bagi penjual setempat kepada PT.KAI” ujar Iskandar, Satpol PP Kecamatan Mampang di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Selasa (30/12) . Continue reading

Media dan Kekerasan Simbolik

Standard

         Oleh : Fitria Hariaty, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Saat kita membahas “kekerasan” dan “media” kita perlu meletakkannya dalam kerangka yang lebih luas. Kekerasan secara terminologi dimaknai sebagai “perlakuan dengan cara pemaksaan” maka apa pun bentuk perlakuan yang didalamnya melekat unsur-unsur pemaksaan, ia dapat dikatakan sebagai perlakuan kekerasan. Itulah sebabnya muncul istilah kekerasan simbolik (symbolic violence) dan bukan hanya kekerasan fisik; tidak cuma kekerasan benda melainkan juga kekerasan bahasa (language violence); tidak hanya kekerasan makna tetapi juga kekerasan citra (image violence). Dalam kaitan ini maka kekerasan simbolik sebagai fokus utama tulisan ini, selanjutnya menemukan tempatnya yang paling subur di dalam media sebab media memungkinkan terjadi berbagai bentuk kekerasan tak tampak (seperti distorsi, pelencengan, pemalsuan, plesetan)(Piliang, 2001:149).

Kasus yang paling pas untuk dijadikan contoh adalah kekerasan simbolik media yang sebagai kaki tangan penguasa dalam meliput kasus lumpur Lapindo di Sidoarjo. Media-media yang dimiliki Grup Bakrie yang notabene pada masa itu adalah Menkokesra Aburizal Bakrie sekaligus pemilik PT Lapindo Brantas sekaligus orang terkaya itu menggunakan kata “lumpur Sidoarjo” bukan “lumpur Lapindo”. Continue reading