BAHASA JURNALISTIK

Standard

Oleh : Lorenzo Alkahfi, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Jurnalistik selalu diidentikkan dengan wartawan. Wartawan selalu identik dengan berita. Berita selalu disamakan artinya dengan informasi. Bicara tentang jurnalistik berarti bicara tentang informasi. Demikian, hal tersebut tak sepenuhnya benar. Jika jurnalistik hanya disejajarkan dengan informasi saja, maka sesungguhnya kinerja jurnalistik tidaklah maksimal karena informasi saja tidak dapat disebut sebagai karya jurnalistik. Selain itu, sesungguhnya kinerja jurnalistik sangat berkaitan dengan proses penyampaian informasi dari media kepada khalayak.

Menurut saya menjadi seorang jurnalis harus kreatif, memiliki rasa keingintahuan terhadap sesuatu hal yang menarik,yang baru dan bisa dijadikan sebagai informasi yang menarik. Jurnalis juga layak mempunyai rasa keraguan karena sepatutnya menjadi hal yang sangat penting bagi jurnalis. Dalam berita-berita itu ,tidak hanya menarik, tapi seorang jurnalis harus mampu dan bisa menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh publik, karena terkadang tidak hanya orang-orang yang penting yang akan membaca dan mencari informasi-informasi terbaru. Jadi, seorang jurnalis harus bisa menyesuaikan bahasa yang digunakan tersebut. Continue reading

Pentingnya Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah

Standard
Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi Unas (2013)
Keunikan manusia sebenarnya tak hanya di kemampuan berpikirnya tapi juga kemampuannya dalam berbahasa. Ernest Cassirer menyebutkan bahwa manusia sebagai Animal symbolicum, artinya manusia menggunakan simbol, yang secara generik mempunyai cakupan luas dari Homo sapiens yaitu makhluk yang berpikir, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol.

Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa ini maka kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak dapat dilakukan. Kita lihat di Indonesia yang terdiri atas bermacam-macam suku di tanah air mempunyai bahasa masing-masing yang digunakan dalam komunikasi antar suku.

Bahasa yang dikomunikasikan di tiap suku menghasilkan norma yang berbeda. Dari norma yang dihasilkan menciptakan aktifitas yang berbeda. Dan dari aktifitas yang berbeda menghasilkan kebudayaan yang berbeda di tiap suku. Lalu bagaimana cara Indonesia untuk mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Tanah Air?

Continue reading