SEJARAH TERBENTUKNYA KSM UNAS (PART 3)

Standard

Oleh: Munandar Nugraha Saputra

Perpolitikan Kampus

Perebutan SEMA FISIP 2004-2005 menjadi awal persinggungan KSM UNAS dengan beberapa anggota dari organisasi ekstra kampus di UNAS. Kawan Narto (GMS) mendatangi Gomez untuk bargaining politik menjadi sekum, tetapi ditolak. Disinilah awal persinggungan KSM UNAS dengan GMS UNAS.

Setelah hal itu, sempat ada forum yang di desain untuk mengkolaborasikan Kawan Gomes dengan Jacko sebagai Ketua dan Sekum. Forum ini di inisiasi oleh senior GMS. Senior-senior GMS menyudutkan kawan Gomes untuk menjadi Sekum. Jacko adalah Ketua GMS JAYA ketika itu. Sebelum berangkat pada pertemuan kedua, kawan Gomes berbicara kepada saya, lalu saya katakan, “kalau mau datang, temui mereka. Katakan dengan tegas tentang apa yang ingin kita raih, kalaupun harus membuat kesepakatan, jangan mau menjadi orang no dua”. Karena kita memang ingin benar-benar merebut, dan melakukan perbaikan di FISIP, tentunya sesuai dengan idealisme kita. Kawan Gomez menginginkan saya untuk mendampinginya sebagai sekum. Tetapi, dalam perkembangannya, saya melihat ada masalah yang perlu diperbaiki dalam konteks yang lebih luas. Jujur saja, ketika itu tidak ada sedikitpun yang melirik Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM) FISIP sebagai institusi Mahasiswa yang penting.

Singkat cerita, SEMA dan BPM FISIP di tahun 2004 berhasil kita rebut. Hikmah politik dari ini semua adalah, pertama, kawan Gomes menjadi Ketua Umum SEMA FISIP, Via menjadi Sekum dan kawan Rossi juga menjadi bagian dari kabinet SEMA FISIP. Saya menjadi Ketua Umum BPM FISIP UNAS. Kedua, tentunya soliditas kepengurusan tercipta, karena ada single mayority. Semua yang kita upayakan dapat terkoordinasi dengan mudah, dan keputusan dapat dibuat dengan mudah. Tema kepengurusan kita adalah perubahan dan perbaikan.

Ketika itu saya bersama Kawan Daeng, Adi Thea (yang kemudian menjadi ketua KSM), dan kepengurusan BPM FISIP membuat banyak Undang-Undang, UU tentang Perimbangan keuangan antara SEMA, HMJ dan BPM, UU tentang Musma, UU tentang Pemilihan Pimpinan SEMA (Ketua-Wakil ketua), UU Audit, dan kebijakan organisasi lainnya.

Ini adalah sejarah pertama BPM FISIP membuat UU. Ya, hanya FISIP yang memiliki UU. Dan UU yang mengatur tentang pemilihan Pimpinan SEMA dengan Pasangan Calon Ketua dan Wakil Ketua. Ini adalah prestasi politik dari kepemimpinan KSM UNAS dilembaga intra kampus. Satu hal yang penting untuk kita catat adalah bahwa, “kemenangan dalam politik tidak hanya meraih jabatan politik, tetapi yang paling krusial adalah menetapkan keputusan dan kebijakan yang kemudian menjadi keputusan strategis, dan berkelanjutan”. Kami berhasil membangun system politik kampus. UU tersebut menjadi pegangan bagi siapapun Pengurus yang menjabat, kalau dirasakan harus dilakukan revisi, lakukan. Kalaupun harus dibuat UU yang baru, kenapa tidak?!

Sehingga MUSMA SEMA FISIP 2005-2006, Ketua dan Wakil Ketua SEMA dipilih secara paket. Tidak ada lagi kandidat sekum yang lancang melakukan maneuver politik ke setiap kandidat tanpa komitmen yang jelas. Tentu ini adalah pembelajaran politik yang luar biasa ditingkat mahasiswa. Kami yang memulai perbaikan ini.

Dalam kesempatan ini saya hanya ingin sampaikan, bahwa jadikanlah perpolitikan di kampus sebagai ajang pembelajaran, minimal sebagai aktualisasi dari berbagai teori politik yang kita pelajari di kelas, dan di KSM UNAS. Cari dan pahami titik ideal, lalu perjuangkan. Karena disinilah kesempatan untuk berbuat itu ada. Mungkin kita punya buanyak pemikiran ideal tentang masalah-masalah kenegaraan dan kemasyarakan, tetapi kekuasaan kita masih jauh untuk dapat merealisasikan itu. Jadi, lakukan yang bisa dilakukan dengan kapasitas dan otoritas yang kita miliki sekarang!

Tidak hanya itu, gebrakan BPM FISIP pun kami lakukan. Sebelum-sebelumnya, BPM hanya lembaga yang bertugas menyelenggarakan MUSMA. Tidak pernah membuat kegiatan dan tidak pernah membuat LPJ, padahal ada anggaran yang dipakai. Saya mengawali membuat agenda yang dianggap tidak lazim. Kami membuat FAM (Forum Aspirasi Mahasiswa), pada kesempatan itu hadir ketua-ketua HMJ untuk mendiskusikan apa saja permasalahan yang ada di HMJ juga permasalahan mahasiswa terkait dengan dosen yang jarang masuk, telat, dan “dosen genit” dengan menyebar angket kepada mahasiswa. Semua hasilnya kami rekap dan laporkan kepada Dekan FISIP, ketika itu Pak Hasto Atmodjo. Dengan harapan ada perbaikan pengajaran bagi mahasiswa.

Ketika itu, kita dapat meraih kemenangan. Ya, sebuah kemenangan yang sangat spektakuler! Dalam kondisi KSM yang masih serumur jagung. Kemenangan yang mungkin menjadi prestasi yang sulit untuk diulang oleh para kader yang “takut”! Khusus untuk para kader KSM, Ingat! “Sejarah telah mencatat, dan kita pasti dapat mengulang hal itu”. Satu hal yang pasti, dan harus menjadi semangat bagi siapapun kader KSM, kapanpun waktunya, ketika kesempatan untuk meraih kekuasaan (power) itu ada. Rebutlah! Jangan pernah meragu, apalagi takut. Lakukan yang terbaik untuk semua elemen kampus. KSM boleh saja mendominasi, tetapi tidak larut dalam ruang kekuasaan yang kemudian membuat lupa diri untuk berbuat yang terbaik.

Kekuasaan bagi kader KSM harus menjadi Lem, menjadi perekat bagi semua elemen. Bahkan menjadi ujung tombak perjuangan bagi semua golongan, baik yang terkotak dalam organisasi maupun bagi kelompok yang tidak berorganisasi sekalipun. Sehingga pada kesimpulannya, kepemimpinan Kader KSM di organisasi intra kampus menjadi percontohan, minimal menghasilkan prestasi positif.

Konsolidasi organisasi ektra kampus khususnya di FISIP juga pertama kalinya dikonsolidir dalam pemimpinan Sema FISIP oleh kawan Gomez. Bahkan konsolidasi SEMA dan BPM di civitas UNAS dapat terwujud, terbukti dengan terpilihnya kawan Komarudin sebagai ketua PENAKU Pusat. Ini adalah cacatan sedikit yang tidak secara langsung menjadi bagian sejarah KSM UNAS. Tetapi seharusnya dapat menjadi spirit bagi seluruh kader KSM UNAS yang nantinya dapat merebut SEMA dan BPM untuk meraih prestasi kepemimpinan.

Sejarah yang tertulis dalam AD/ART, KSM UNAS berdiri sebagai organisasi pada tanggal 28 oktober 2004. Musma FISIP diselenggarakan pada Agustus/September 2004, setelah ospek mahasiswa baru angkatan 2004 yang diorganisir oleh incumbent yang juga memiliki kandidat di Musma FISIP. Dapat dibayangkan, bagaimana proses dan kinerja “kami” untuk dapat meyakinkan teman-teman yang belum ber KSM dan teman-teman angkatan baru 2004 untuk sama-sama berjuang merebut kemenangan dalam Musma! KSM UNAS sudah bertarung sebelum legal menjadi organisasi, dan menang. Artinya jika ada “pertarungan politik” dalam kondisi KSM yang memang sudah baku sebagai organisasi, kemenangan adalah sebuah keniscayaan.

Konsepsi ADRT KSM UNAS

Mungkin sedikit saya akan bercerita tentang AD/ART KSM UNAS, ketika “kata berjawab, dan ganyung bersambut”, oleh kawan Adipras tentang konsepsi pembentukan KSM UNAS, kami sengaja meminta untuk bertemu dengan sepupu Pras, Ketua KSM UI. Untuk sekedar Sharing tentang Keorganisasian KSM. Dan selanjutnya kami meminta izin untuk melihat bagaimana KSM UI dibangun dalam konsepsi keorganisasian (AD/ART). Tetapi hal itu tidak berhasil, bahkan dalam kesempatan berbeda Kawan Adipras membawa AD/ART salah satu organisasi nasional. Dan ketika itu kami menerima dengan baik, padahal konsepsi tentang keorganisasian yang dimaksud sudah rampung, jauh hari sebelum seminar Louncing KSM UNAS diselenggarakan, bahkan sudah disusun menjelang pembubaran PUSPIPAM. Singkat cerita, setelah kemenangan di SEMA dan BPM FISIP pada awal Ramadhan 2004, dengan maksud mengambil momentum Sumpah Pemuda, pada 28 Oktober 2004 terselenggara Forum Deklarasi KSM UNAS, dengan hasil berdirinya KSM UNAS sebagai organisasi secara formal, dan terpilihnya kawan Adipras sebagai Ketua Umum Pertama secara Mufakat.

Ya, secara formal! Karena menjelang PUSPIPAM bubar, konsep ini sudah disiapkan. Sejak awal tahun 2004 kampanye untuk mengajak partisipasi kawan-kawan eks PUSPIPAM bergabung dalam KSM UNAS sudah dilakukan. Dan bukti kongkrit untuk lebih meyakinkan keseriusan tentang konsepsi ini, kami menyelengarakan Louncing dengan kemasan seminar di Bulan Maret 2004. Membangun kekuatan dengan mengedepankan sentiment persekawanan, membangun kesetaraan kepada semua stakeholder, baik yang langsung sepakat atau yang tidak langsung menyepakati berdirinya KSM UNAS, dan menjadikan banyak pihak sebagai pelaku sejarah, sehingga merasa memiliki KSM UNAS, dan banyak lagi langkah-langkah yang telah kami lakukan. Inilah proses yang terjadi, dan semoga sampai tulisan ini terbaca, InsyaAllah KSM UNAS masih menjadi harapan dan mampu memberikan yang terbaik bagi seluruh anggotanya.

Mohon maaf kawan-kawan, kalau didalam tulisan ini ada kata-kata yang membuat anda tidak nyaman. Terlepas suka atau tidak suka, hal ini sudah terjadi. Saya orang yang menyesal kemudian, setelah menyadari, bahwa ada “konspirasi senior” atas PUSPIPAM yang harus dibubarkan. Terlepas dari realitas yang memang nyata, bahwa kami merasa pembubaran PUSPIPAM adalah hal yang tidak mungkin dicegah-cegah ketika itu.

Pesan yang muncul kemudian, dan ingin saya sampaikan disini sebagai pembelajaran, bahwa tujuan dari konspirasi pembubaran PUSPIPAM adalah, “tidak boleh ada organisasi induk atas terbentuknya organisasi GMS dan Kopma UNAS”. Yang memainkan semua ini adalah senior di luar UNAS (Mas Fajar dan Jack Paskalis) dengan memanfaatkan ke-figuran senior UNAS (Oka). Perlahan tapi pasti, setelah GMS menguat, figur Oka dihempas dan dihilangkan, yang mengambil alih kemudian adalah Fajar.

KOPMA diarahkan menjadi basis ekonomi dari GMS, tetapi hal ini tidak dapat terealisasi. Karena Mamat yang menjadi ketua KOPMA ketika itu menjauh dari segala aktivitas GMS. Bahkan ada satu celoteh yang penuh makna, yang pernah terlontar dari seorang Mamat, “Enak aja Fajar ngomong, Kopma jadi basis ekonominya GMS, mending GMS yang jadi basis politiknya Kopma!”. Saya masih ingat persis hal itu.

Gagasan tentang KSM UNAS, muncul ketika saya dan Gomez melakukan refleksi atas PUSPIPAM, dan  Gerakan Mahasiswa di UNAS, serta ke-engganan untuk berdemonstrasi turun ke jalan, setelah sedikit mengetahui konspirasi tangan-tangan kotor aktivis senior yang memanfaatkan juniornya. Dan ketika itu, Jack Paskalis sangat intens mendekati kami. Sesekali ia menginap di Villa Revolusi. Dan tanpa sadar kami ceriterakan tentang konsepsi KSM UNAS, dengan sangat senang, ia menyambut gagasan tersebut, bahkan diawal, Ia sempat menjanjikan ingin membantu banyak hal bagi KSM UNAS. Tetapi dengan catatan PUSPIPAM harus dibubarkan, tidak boleh ada catatan sejarah, bahwa PUSPIPAM berubah nama dalam Kongres menjadi KSM UNAS (Disinilah cerita awal yang saya singgung diatas, bahwa sebelum PUSPIPAM bubar konsepsi tentang KSM UNAS sudah ada, dan catatan tidak boleh ada organisasi induk). “Kalau perubahan nama, berarti senior PUSPIPAM masih punya klaim sejarah, kapan kalian membuat sejarah?” (kira-kira seperti itu penegasan Jack Paskalis).

Semoga saja, terbentuknya KSM UNAS dengan segala lika-likunya yang saya jelaskan diatas, tidak membuat siapapun yang pernah terlibat menyesalinya. Waktu sudah berlalu. KSM UNAS adalah kita! PUSPIPAM bukan organisasi induk KSM UNAS, karena KSM UNAS terbentuk setelah PUSPIPAM bubar. Yang terpenting hari ini adalah, bagaimana kita dapat memberikan sumbangsih dengan segala keterbatasan kita, untuk dapat sama-sama membesarkan KSM UNAS. Tentunya dengan penekanan Kualitas para kadernya. Sehingga dalam konteks yang lebih luas, KSM UNAS dapat mendorong dan melahirkan para Pemimpin Bangsa dimasa depan. Yang menjadi harapan, atas perubahan dan perbaikan, menuju kemaslahatan bangsa. Amin…

Diakhir tulisan ini saya ingin sampaikan kepada para kader KSM UNAS, untuk terus berkarya! Jangan pernah ragu untuk berbuat yang penting untuk dilakukan. Jalin silaturahim kepada seluruh kader disetiap angkatan. Dan rekamlah sejarah kalian dalam berproses di KSM UNAS, karena usia KSM UNAS Akan sangat PANJAAAANG. Lebih panjang dari usia PUSPIPAM, bahkan kalau mungkin, jika Tuhan meridhoi, tidak akan bubar sebelum kiamat datang. Rekaman sejarah kalian akan terus, terus, dan terus memperpanjang seri cerita tentang KSM UNAS. Minimal dapat memperpanjang kalimat dibawah paragraph tulisan ini. Selamat berproses! Mari kita bangun imperium diberbagai bidang, sampai pada waktunya, kita yang akan menjadi penentu arah kebijakan di negeri ini. Tentunya kita akan berbuat yang terbaik untuk bangsa dan Negara.

Hanya sesuatu yang bermanfaat lah yang dapat bertahan hingga lama. Jadikanlah KSM UNAS sebagai organisasi yang bermanfaat, mendorong anggotanya berprestasi, memudahkan anggotanya untuk belajar lebih. Pastinya organisasi dapat terus bertahan karena kaderisasi yang berjalan. Hari ini, kita dapat buktikan, justru KSM UNAS yang hanya berbekal semangat yang masih bertahan, GMS/KOPMA sudah lama hilang dan mati. Padahal sokongan dana dan jaringan tidak sedikit. Alhamdulillah…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>