Sejarah terbentuknya KSM UNAS (PART 1)

Standard

Oleh: Munandar Nugraha Saputra

Pengantar

Awal Januari 2016, kembali saya diminta oleh kawan-kawan pengurus KSM UNAS untuk memberikan materi Sejarah KSM UNAS dalam diklat penerimaan anggota baru. Materi ini memang menjadi materi wajib yang selalu diberikan dalam diklat. Tetapi sepertinya saya tidak bisa hadir, ada pekerjaan yang tertunda yang harus segera diselesaikan. Tanggal 15 Januari saya harus berangkat ke Gorontalo dan menyambung ke Sambas tanggal 20 Januari, kalaupun kembali ke Jakarta hanya sebatas “tektok” saja. Dengan sangat menyesal dan tanpa mengurangi rasa bahagia saya atas undangan tersebut, dengan segala hormat saya ucapkan mohon maaf kepada kawan-kawan pengurus dan panitia diklat atas kondisi yang ada.

Kembali, saya coba cari-cari file tulisan terkait dengan sejarah KSM UNAS yang pernah saya tulis dulu. Ya, “Sejarah KSM UNAS” versi saya tentunya. Kawan-kawan KSM UNAS yang militant dan progresif! Tulisan ini sudah lama saya buat, tetapi tidak atau belum secara terang saya berikan kepada pengurus untuk di upload di group FB resmi KSM UNAS. Alhamdulillah tulisan itu masih ada. Yang akan saya paparkan dalan bagian “Pembahasan”.

Kenapa belum saya berikan untuk dijadikan rujukan? Jujur saja, saya takut tulisan ini dianggap oleh sebagian besar “pendiri KSM UNAS” yang lain sebagai upaya untuk menghegemoni sejarah. Selain itu, catatan sejarah akan sedikit banyak menyinggung “pribadi-pribadi pendiri” yang terlibat dalam dinamikanya. Tentu hal ini akan menjadi sangat sensitif. Dengan segala hormat, saya ingin sampaikan kepada kawan-kawan pendiri yang kurang berkenan dengan tulisan sejarah versi saya ini, agar juga menulis catatan sejarah versinya masing-masing. Tentu dari semua versi yang muncul, pasti akan ada benang merah sejarah KSM UNAS yang dapat dipahami bersama.

Seiring dengan perjalanan waktu, rasa takut itu sudah tidak lagi menghantui saya. Terutama ketika dies natalis KSM UNAS di Wisma Peternakan Ragunan, saya lupa kapan pelaksanaannya, yang pasti ketika itu Ketua Umum KSM UNAS adalah kawan Wem. Setelah diskusi serius bersama Romo Frans magnis Suseno, dilanjut dengan pemotongan tumpeng kemudian pada sesi diskusi ringan bersama dengan kawan tyo (dosen komunikasi FISIP UNAS, mantan sekjen PUSPIPAM – Pusat Pengkajian Politik dan Advokasi Masyarakat), terkait penggalan sejarah KSM UNAS yang saya paparkan ketika itu, beliau menyarankan agar “cerita itu” ditulis. Selesai dari sana, saya coba mulai menulis sejarah KSM UNAS dengan batasan ingatan yang masih melekat di kepala saya.

Hari ini, saya berharap tulisan ini dapat di publis dan dapat diakses terbatas, oleh pengurus dan para pendiri KSM UNAS yang lainnya. Saya ingin menegaskan, ini adalah catatan sejarah versi saya! Dalam catatan sejarah nasional kita yang berpuluh tahun dipimpin oleh rezim orde baru, banyak kita dapati penggalan sejarah yang “abu-abu”, tidak jelas. Bahkan sarat dengan hegemoni catatan versi “penguasa”, orde baru. Mungkin hal ini dapat kita pahami sebagai kewajaran karena memang dalam perkembangan peradaban sejarah, sejarah selalu dicatat oleh “pemenang”. Sekalipun kita akan dibuat bingung ketika mendapati catatan sejarah lain, dari versi yang “dikalahkan”. Tapi setidaknya, dalam kajian akademik, kedua catatan itu dapat dijadikan referensi untuk menganalisa dan memahami sejarah yang ada dan berkembang. Sayangnya, tidak semua pihak yang dikalahkan mau menulis sejarah versinya, hingga beliau (para actor sejarah) meninggal dunia, dan catatan sejarah pun terkubur bersama jasadnya.

Dalam konteks sejarah KSM UNAS yang ada ini, tentu saya ingin mendorong semua pendiri agar berkontribusi memberikan catatan sejarah versi pribadi masing-masing. Bisa jadi, karena batasan ingatan yang saya miliki, banyak peristiwa penting tidak tercatat. Tentu catatan dari kawan-kawan pendiri akan melengkapi catatan ini. InsyaAllah semua tulisan akan menjadi bahan referensi bagi para kader dikemudian hari.

Saya ingin sedikit mengutip Mahbub Junaidi (aktivis mahasiswa 1960-an yang rajin menulis dengan gaya tulisannya yang satier), menurutnya, “Setolol-tololnya orang adalah yang tak tahu apa itu sejarah. Dan sehina-hinanya orang ialah yang memalsukan sejarah”. Tentu, saya tidak ingin menjadi manusia yang hina. Dan sangat besar harapan saya para kader KSM UNAS pun tidak menjadi kader yang “tolol”.

Kawan-kawan KSM UNAS yang militant dan progresif! Apasih batasan sejarah KSM UNAS? Apakah hanya sebatas sejarah berdirinya? Jika itu yang dipahami, kami para pendiri dapat bercerita tentang dinamika pendirian KSM UNAS pada fase itu (sesuai versi para pendiri, jika nanti catatan itu banyak, mohon pengurus untuk menyusun catatan sejarah tersebut). Tetapi, jika catatan sejarah KSM UNAS juga terkait dengan dinamika perjalanan dan perkembangannya, sejak berdiri hingga hari ini, maka penting saya ingatkan kepada pendiri, perintis dan pengembang KSM UNAS untuk menulis sejarahnya masing-masing dalam berproses di KSM UNAS. Minimal, tiap-tiap Ketua Umum dan pengurus harus menulis kisahnya masing-masing selama berproses di KSM UNAS.

Saya berharap pada diklat KSM UNAS selanjutnya, akan ada catatan sejarah yang tersambung dari periode ke periode kepengurusan. Seperti mata rantai yang sambung menyambung, ikatannya harus tetap solid. Sekalipun mungkin warna mata rantainya berbeda, karena perkembangan dinamika mahasiswa dan kampus yang berbeda zaman.

Pembahasan

Catatan file tahun lalu: Setidaknya sudah akan menjelang 11 tahun usia KSM UNAS ketika tulisan ini saya lanjutkan. Ya, memang sudah lama saya menulis sedikit catatan sejarah tentang dinamika berdirinya KSM UNAS, tetapi belum sempat saya berikan kepada pengurus untuk dijadikan lembaran naskah “catatan sejarah formal”. Catatan sejarah formal yang saya maksud adalah, sebuah catatan yang kemudian menjadi rujukan utama yang disampaikan dalam setiap momentum kaderisasi awal (diklat) penerimaan anggota baru KSM UNAS.

Tulisan ini menjadi penting untuk saya berikan karena saya termotivasi dengan semangat kaderisasi yang dilakukan kawan-kawan pengurus KSM UNAS jelang usianya yang ke 11. Ya, tanggal 9-11 Januari 2015 lalu saya diminta untuk bicara tentang sejarah KSM UNAS dalam diklat penerimaan anggota baru. Saat penyampaian materi, saya teringat dan berusaha mengingat potongan-potongan sejarah yang terkait, tapi terpisah – terpisah, tapi terkait (semoga kalimat ini tidak membingungkan). Sudah lama saya mencoba untuk menghindar ketika diminta menjadi pemateri di diklat KSM UNAS, karena selalu saya sampaikan bahwa, kalau di setiap diklat senior pendiri masih menjadi pemateri, berarti KSM UNAS gagal melakukan kaderisasi intelektual. Hal ini lah yang kemudian mendorong saya meng-edit dan melanjutkan catatan kesejarahan KSM UNAS ini. Setidaknya, jika nanti saya berhalangan dan menghalang-halangi diri untuk hadir, kawan-kawan senior menengah dapat memiliki referensi terkait materi kesejarahan KSM UNAS.

Pastinya, catatan ini akan sangat terbatas oleh waktu, dan saya sangat menganjurkan agar kawan-kawan disetiap periode kepegurusannya untuk menuliskan juga catatan-catatan sejarahnya, sehingga tulisan-tulisan tersebut akan menjadi mata rantai sejarah yang kait mengait disetiap periode kepengurusan hingga masa yang tidak kita ketahui, tulisan tentang perjalanan sejarah KSM UNAS itu akan cepat berhenti atau terus berlanjut hingga kiamat nanti. Wallahu alam,,,

Pastinya, saya sangat berharap KSM UNAS masih tetap ada hingga waktu yang panjang. Semoga KSM UNAS bisa menjadi amal jariyah kita bersama, karena keberadaannya tidak hanya bermanfaat bagi kader-kadernya, tetapi juga bagi masyarakat sekitar, bangsa dan Negara yang kita cintai ini. Saya sangat optimis, satu waktu kita akan melaksanakan dies natalis dan agenda-agenda lain organisasi di rumah jabatan menteri bahkan di istana negara. Karena ada banyak alumni KSM UNAS yang menjadi menteri bahkan menjadi presiden di republic ini.

Semoga saja tulisan yang dapat kawan-kawan baca ini dapat menjadi catatan awal yang terus mendapati sambungan-sambungan cerita dari masa ke masa. Hal ini penting, karena banyak dari kita yang mempelajari sejarah, tetapi tidak banyak dari kita yang bisa belajar dari sejarah.

Kawan-kawan KSM UNAS yang militant dan progresif! Perlu kita pahami bahwa, ketika generasi baru menjadi kader KSM UNAS dan setelah itu mereka menjadi mahasiswa yang berprestasi, cepat lulus dengan IPK yang cumloud (pastinya mereka menjadi kebanggan keluarga), apalagi jika mereka cakap dan dapat bertanggungjawab mengamalkan ilmunya serta memberikan manfaat kepada junior-junior selanjutnya. Selama hal itu terjadi, kita yakin, bahwa KSM UNAS yang kita dirikan membawa maslahat, dan menjadi ladang dari amal jariah kolektif kita semua, aminnnn…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>