Mengenal Seasonal Affective Disorder (SAD)

Standard

Oleh: Fransiska Silvia Sulistyaning Hayu, Administrasi Publik 2015

Dalam psikologi, depresi merupakan sejenis penyakit yang melibatkan fisik, mood dan pikiran. Depresi dapat mengganggu kehidupan sehari hari, kegiatan normal dan mengakibatkan rasa sakit bagi penderita dan orang orang sekitar yang peduli kepadanya—Teori Behavioristik.

Gangguan depresi dalam psikologi bukanlah perasaan sedih yang berlangsung sesaat saja, melainkan merupakan perasaan sedih dan merasa tidak berarti secara terus menerus. Hal ini juga dapat disertai dengan kurangnya keinginan untuk melakukan kegiatan yang sebelumnya dirasa menyenangkan. Depresi merupakan suatu penyakit yang kompleks dan melibatkan fisik dan mental. Depresi dapat ditangani dengan menggunakan obat obatan disertai dengan terapi-Teori Psikososial Erikson.

Gejala Depresi disini juga harus dilihat bahwa tidak semua orang mengalami depresi dan mungkin hanya mengalami mood yang biasa saja. Tingkat keparahan dari gejala gejala tersebut juga berbeda beda dari satu individu ke individu lain dan juga berbeda dari waktu ke waktu. Secara umumnya, gejala depresi adalah sebagai berikut di bawah ini:

  1. Secara terus menerus merasa sedih, gelisah atau merasa hampa.
  2. Merasa tidak ada harapan atau pesimis.
  3. Merasa bersalah, merasa tidak berharga atau merasa tidak dapat berbuat apa apa.
  4. Hilang minat atau kesenangan pada hobi dan berbagai aktivitas yang sebelumnya memberikan kenikmatan, termasuk sex.
  5. Tidak berenergi, merasa lelah dan merasa lamban.
  6. Kesulitan berkonsentrasi, kesulitan mengingat dan kesulitan untuk membuat keputusan.
  7. Insomnia, sering bangun pada pagi hari atau tidur sampai siang hari.
  8. Hilang selera makan dan penurunan berat badan, atau makan berlebihan dan peningkatan berat badan.
  9. Pikiran akan kematian atau bunuh diri dan percobaan bunuh diri.
  10. Rasa kegelisahan dan merasa lekas marah.
  11. Gejala fisik yang secara terus menerus dan tidak memberikan respon terhadap pengobatan seerti sakit kepala, gangguan penceraan atau rasa sakit yang kronis.

Seasonal Affective Disorders (SAD) pada dasarnya adalah gangguan mood musiman dan bisa digolongkan sebagai gangguan depresi juga. Seperti namanya, gangguan psikologis yang satu ini hanya terjadi pada musim-musim tertentu. Kalau di negara-negara empat musim, serangan SAD biasanya terjadi di musim salju dan gugur.

Menurut seorang psikolog klinis Josh Klapow, winter blues secara umum ditandai oleh kurangnya energi dan perasaan mudah tersinggung, dan selalu merasa sedih.

Melansir dari Huffington Post, gejalanya meliputi kesedihan, mudah tersinggung, tidur terganggu, perubahan selera makan, keputusasaan, sulit berkonsentrasi, kehilangan minat dalam aktivitas menyenangkan, dan keinginan bunuh diri.

Perlu dicatat, SAD dapat berkembang menjadi depresi yang parah. Apabila sudah begini, SAD akan memengaruhi kesehatan secara menyeluruh dan memengaruhi kondisi normal otak. Semakin lama seseorang tertekan, semakin sulit untuk tidak merasa tertekan.

Adapula 7 fakta dari SAD ini:

  1. Porsi cahaya dinilai sebagai salah satu sebab utama.
  2. Gejala yang dialami oleh penderita SAD berbeda-beda. Gejala disini antara lain:
  • Mood selalu sedih atau depresi sepanjang waktu
  • Kehilangan minat pada aktivitas yang disukai
  • Perubahan nafsu makan
  • Merasa lelah dan hilang energi sepanjang waktu
  • Merasa tidak berharga
  • Memiliki ide untuk bunuh diri
  1. Terlalu banyak tidur.
  2. Ingin menyendiri setiap waktu.
  3. Overthinking.
  4. Selalu menyukai tempat gelap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>