Refleksi Kunjungan Sang Raja di Indonesia

Standard

Oleh: Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi Universitas Nasional 2014

Sebelum menginjakkan kaki, negeri nusantara pun sudah di buat heboh akan kedatangannya. bagaimana tidak, dalam kurun waktu 47 tahun silam sang raja dari negeri minyak, Arab Saudi kembali mengunjungi bumi pertiwi, kali ini bukan Raja Faisal bin Abdul Aziz As Saud melainkan Raja Salman bin Abdulazis Al Saud.

Sejak tulisan ini di susun, sang raja dari saudi arabia, Salman bin Abdulaziz Al Saud baru saja meninggalkan Indonesia untuk bertolak ke Jepang. Dalam kunjungannya, masyarakat Indonesia dibuat antusias untuk melihat sang Raja, bahkan para Anggota Dewan Perwakilan Rakyat pun dibuat terkesima, sampai saling berebut selfie saat perjalanan keluar sang raja dari gedung dewan seusai memberi pidato kenegaraannya di Gedung Parlemen, Senayan.

Sejak kedatangganya pada tanggal 1 Maret 2017, Sang Raja mebawa rombongan yang sangat besar ke Indonesia. tak tanggung – tanggung jumlahnya sampai 1.500 delegasi, termasuk diantaranya 10 Menteri kabinet, dan 25 Pangeran.

Memang dalam kunjungannya ke Indonesia, tujuan Raja Salman ingin berinvestasi. Makanya saat tiba di Indonesia, agenda pertama sang raja menuju Istana Bogor untuk menandatangani 11 Nota kessepahaman antara Indonesia dengan Arab Saudi. Menggiurkan memang nilai investasinya mencapai sebesar US$25 miliar atau sebesar 333 triliun rupiah.

Tetapi jangan menilai, investasi yang disepakati akan lebih menguntungkan Indonesia. menurut sejumlah pakar ekonomi, investasi yang di lakukan Arab Saudi, ada kaitannya dengan pengaruh anjloknya harga minyak dunia, yang turun dari US$90/barel pada 2010, menjadi US$40-US$50/barel. Menurut Hendri Saparini dari lembaga kajian ekonomi, Arab Saudi lebih membutuhkan Indonesia, karena pertumbuhan ekonomi dari negara penghasil minyak terbesar saat ini kian turun dari tahun ke tahunnya, terhitung dari 9,96% pada tahun 2011, hingga menjadi 1% pada tahun lalu.

Tetapi walau begitu sambutan positif, tumbuh dan berkembang di dalam masyarakat indonesia, bahkan hingga merasuki ke dalam ruang sang aggota dewan. Memupuk harapan dan impian dengan kedatangan sang Raja Salman, semua berbondong – bondong untuk menyambutnya dengan hangat dan bergelimang kemewahan. Tak disangka sambutan yang sangat hangat akhirnya tercipta pada kunjungan hari kedua, saat sang raja berkunjung ke gedung parlemen. Terlihat penuh sesak anggota dewan yang hadir dalam gedung parlemen tersebut, sangat berbanding terbalik dengan rapat paripurna.

Dengan sebesar – besarnya rasa antusiame dan sambutan positif seluruh masyarakat dan anggota dewan yang ada, namun ditengah – tengah gegap gempita kedatangan Sang Raja, terdapat masyarakat yang menaruh harapan terhadap pemerintah agar kedatangan tersebut menjadi momentum untuk meloby Sang raja untuk memberi grasi terhadap 40 buruh migran Indonesia yang terancam hukuman mati, dan bahkan ada yang akan di hukum mati.

Tapi sayang seribu sayang, momentum tersebut tak dapat di manfaatkan oleh pemerintah, atau mungkin pemerintah abai akan hal tersebut dan lebih mementingkan investasi yang di tawarkan oleh negara pengahasil minyak tersebut. oleh karena itu alasan anggota komisi IX Irma Suryani Chaniago menolak hadir dalam sambutan Sang Raja di Gedung Parlemen Senayan dan ditengah tengah antusiame anggota Dewan lainnya. ia merasa kecewa dalam kunjungannya ke indonesia, karena Sang Raja tidak menyertai klausul kerjasama bagi pemberdayaan Tenaga Kerja Indonesia, dan tidak ada di dalam nota kesepahaman mengenai buruh migran.

Kini Sang Raja sudah meninggalkan negeri tercinta Indonesia,  yang tersisa hanyalah seberkas  kerja sama yang sudah di sepakati, entah bagaimana, dan kapan akan terealisasi. Tetapi kami menaruh harapan dan kepercayaan seluruhnya pada para wakil rakyat yang terhormat, semoga dengan kerjasama yang di jalin dapat membawa perubahan dan keadilan bagi negeri bumi pertiwi, Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>