MAO TSE-TUNG (1893 – 1976)

Standard

Oleh: Yulita Maudiana, Hubungan Internasional Universitas Nasional 2015

Mao Tse-Tung adalah salah satu tokoh komunis fenomenal yang namanya tercantum dalam “The 100, a rangking of the Most Influential Persons in History” karya Hart yang terbit pada tahun 1978. Namanya tercatat di urutan ke-20 sebagai tokoh yang paling berpengaruh dalam sejarah, dibawah Shih Huang Ti pendahulunya yang menduduki peringkat ke-18 dan diatas Jengis-Khan dan Euclid yang secara berurutan menduduki peringkat ke-21, dan ke-22.

Mao Tse-Tung memimpin partai komunis ke puncak kekuasaaan di Cina, dan dalam jangka masa dua puluh tujuh tahun sesudah memegang kendali pimpinan, perubahan-perubahan menakjubkan dan berjangka jauh terjadilah dalam sejarah suatu bangsa yang begitu besar jumlahnya.

Mao Tse-Tung dilahirkan tahun 1893 di desa Shao-shan di propinsi Hunan, Cina. Ayahnya seorang petani dari keluarga yang agak berada. Di tahun 1911 tatkala Mao masih mahasiswa usia sembilan belas tahun, revolusi pecah memporak-porandakan dinasti Ch’ing yang memang sudah melapuk dan terlampau bengis, padahal dinasti ini memerintah Cina sejak abad ke-17. Hanya dalam tempo beberapa bulan saja pemerintahan kaisar sudah terhalau dan terjungkir, dan Cina diproklamirkan sebagai sebuah republik. Malangnya, pemimpin-pemimpin revolusi tidak mampu mendirikan suatu pemerintahan yang kompak dan stabil dan revolusi ditandai oleh keresahan dan perang saudara dalam jangka waktu lama, boleh dibilang berlangsung hingga tahun 1949.

Selaku remaja muda usia, Mao secara pasti menempuh paham kiri dalam pandagan politiknya pada tahun 1920 dia betul-betul sudah jadi Marxis tulen. Di tahun 1921 dia merupakan salah seorang dari dua belas pendiri partai Komunis Cina. Tetapi peningkatannya menuju puncak tertinggi kepemimpinan partai berjalan lambat, sehingga baru di tahun 1935 dia menjadi ketua partai.

Sementara itu, secara keseluruhan pun partai Komunis Cina jalannya merangkak, berliku-liku, terguncang-guncang dalam usahanya memegangh kekuasaan. Partai menderita banyak kemunduran di tahun 1927 dan tahun 1934, tapi bagaimanapun dia mampu bertahan dan tetap hidup. Barulah sesudah tahun 1935, di bawah kepemimpinan Mao, kekuatan partai secara mantap meningkat dan berkembang pesat. Di tahun 1947, partai Komunis Cina sudah siap tempur menumbangkan pemerintahan partai Nasionalis pimpinan Chiang Kai-Shek. Di tahun 1949, pasukannya merebut kemenangan gemilang-gemilang dan partai Komunis menguasai mutlak seluruh daratan Cina.

Cina pada saat Mao selaku pemimpin Partai Komunis memegang tampuk pemerintahan sesudah melalui pertempuran sengit selama tiga puluh delapan tahun, hampir sebuah Cina yang sudah tercabik-cabik, compang-camping, miskin, sangat tradisional dan terbelakang secara pendidikan bahkan buta huruf, sehingga tampaknya karier gelap membayangi Mao dengan berbagai rupa rintangan dan jalan akhir yang buntu.

Namun, kenyataaan berkata lain, karena berkat pengaruhnya yang luar biasa besar pada massa, kesemua kekurangan itu bukannya akhir melainkan justru awal dari karier kepemimpinannya, karena pada saat wafatnya tahun 1976, praktis Mao sudah merombak total seluruh sistem pemerintahan Cina. Salah satu perombakan yang paling signifikan yaitu modernisasi negeri, khususnya industrialisasi, peningkatan taraf pendidikan yang luar biasa cepat serta perbaikan tingkat kesehatan rakyat yang menggemparkan. Perubahan-perubahan ini, betapapun pentingnya, bukanlah menjadi alasan utama penempatan Mao dalam urutan daftar buku ini karena negeri-negeri lain pun dalam saat yang berbarengan melakukan hal serupa.

Segi keberhasilan lainnya oleh Cina di bawah Mao adalah perubahan sistem ekonominya dari sistem kapitalis ke sistem sosialis. Secara politik, sudah barang tentu penggarapan ini dilaksanakan lewat cara-cara totaliter yang keras. Tapi perlu diingat, lewat indoktrinasi dan penataran yang intensif tak kenal lelah, Mao berhasil bukan saja menggerakkan suatu revolusi ekonomi dan politik tapijuga revolusi sosial. Hanya dalam tempo seperempat abad telah dapat dilakukan perombakan dalam hal kesetiaan terhadap kefamilian yang sempit menjadi kesetiaan terhadap bangsa secara keseluruhan. Perombakan ini mempunyai makna yang teramat penting mengingat sepanjang sejarah sistem kesetian dan ikatan kefamilian di Cina teramat kokoh. Lebih dari itu, pemerintah Cina melancarkan propaganda gigih memerangi ideologi Kong Hu-Chu dan tampaknya usaha ini mencapai sasarannya.

Tentu saja, bukan Mao seorang yang menentukan garis politik pemerintah di bawah partai Komunis. Mao tidak pernah memegang peranan seorang diri seperti halnya yang dilakukan oleh Stalin di Uni Soviet. Tapi, tak dapat dipungkiri Mao merupakan tokoh yang jauh lebih penting dari siapapun dalam pemerintahan Cina hingga akhir hayatnya tahun 1976.

Salah satu proyek yang tak lagi merupakan tanggung jawab utama Mao ialah apa yang terkenal dengan sebutan “Lompatan jauh ke depan” di akhir tahun 50-an. Banyak peninjau beranggapan bahwa proyek itu termasuk menitikberatkan pada metode pengintensifan produksi dengan penggunaan tenaga manusia, termasuk dalam skala kecil  dalam bentuk komune pertanian, sebagai suatu proyek yang gagal. (Dalam bayak kejadian malah tidak digubris). Proyek lain yang memperoleh dukungan Mao, dengan risiko mendapat tentangan dari pemimpin-pemimpin Cina lain, adalah “Revolusi besar kebudayaan proletar” di akhir tahun 1960-an. Ini merupakan pertentangan tajam, dalam beberapa hal nyaris mirip dengan perang saudara antara Mao dan pendukungnya di satu pihak dengan golongan kepala batu partai Komunis dan birokrasi di lain pihak.

Menarik untuk dicatat, Mao sudah berusia di pertengahan umur enam pulahan tatkala garis politik “Lompatan jauh ke depan”dilancarkan dan berumur lewat tujuh pulahan ketika “Revolusi kebudayaan” digerakkan. Dan pada waktu langkah pendekatan dengan Amerika Serikat terjadi, dia sudah berumur hampir delapan puluh tahun.

Mulanya Mao berpegang pada pendapat, kaum buruh industri di kota-kota merupakan basis terkuat penyokong partai Komunis. Ini sejalan dengan teori Marx. Tapi, sekitar tahun 1952 Mao berkesimpulan – paling sedikit di Cina – sokoguru partai berasal dari kaum tani, bukan buruh. Anggapan ini ada dasarnya, karena selama pertempuran panjang dan sengit dengan rezim Nasionalis, Mao selalu berada di daerah pedesaan. Gagasan ini diterapkan tatkala dia menjadi kepala negara. Misalnya, apabila tatkala Stalin berkuasa di Rusia umumnya pembangunan  dititik beratkan pada sektor produksi industri, Mao umumnya menarik perhatian lebih besar pada pembangunan sektor pertanian dan pedesaan. Meski begitu, pembangunan industri Cina di bawah Mao  maju dengan pesatnya.

Bukan suatu yang mudah menilai arti penting yang berjangka panjang dari seorang tokoh politik yang sejaman. Memperhitungkan dalam urutan keberapa Mao harus muncul dalam daftar buku ini, tak bisa dipungkiri, Hart harus membuat perbandingan dengan tokoh-tokoh penting lainnya. Mao Tse-Tung mendapat tempat dalam daftar urutan di atas George Washington, karena perombakan-perombakan di dalam negeri yang menjadi tanggung jawab perbuatan Mao jauh lebih fundamental dibanding apa yang telah diperbuat Washington. Mao juga dapat tempat lebih atas dibanding Napoleon, Hitler, dan Alexander Yang Agung disebabkan pengaruh jangka panjang yang melekat pada dirinya, dan ini jelas lebih besar dari yang dipunyai mereka yang disebut lebih dulu.

Perbandingan nyata lain adalah antara Mao dan Lenin. Mao memerintah dalam jangka waktu yang lebih panjang daripada lenin, lagipula di dalam negeri yang jumlah penduduknya jauh lebih banyak. (Kenyataan memang menunjukkan, masa berkuasanya Mao melebihi jangka waktu penguasa mana pun daam sejarah) Tetapi Lenin mendahului Mao dan memancarkan pengaruh kuat terhadap mao, dan dengan jalan mendirikan Komunisme di Rusia berarti dia membuka jalan bagi pembentukan Komunis berikutnya di Cina.

Orang yang karya usahanya hampir dapat disejajarkan dengan Mao adalah Shih Huang Ti. Kedua-duanya orang Cina dan Keduanya arsitek perombakan-perombakan besar untuk negerinya. Shih Huang Ti dapat tempat lebih atas dalam daftar urutan buku ini karena kita tahu pengaruhnya berlangsung selama tidak kurang dari dua puluh dua abad. Meskipun perubahan-perubahan yang dilaksanakan Mao kemungkinan lebih penting dan fundamental, tetapi kita belum tahu pasti sampai berapa lama pengaruhnya bisa bertahan.

Sumber:  Michael H. Hart, “Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah” (Jakarta: PT. Dunia Pustaka Jaya, 2001) hal 130-133

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>