Wisata alam Indonesia atau cendala alam Indonesia

Standard

Oleh: Fitrah Hanifah, Ilmu Sastra Jepang Universitas Nasional (2014)

Indonesia , negeri dimana kau hanya butuh tongkat dan jala untuk hidup, “orang bilang tanah kita tanah surga” , bagi saya yang hanya manusia kecil berkewarganegaraan Indonesia , pernyataan ini bukan hanya lirik lagu semata namun benar adanya. Tidak perlu ijazah pertanian untuk bisa menanam ditanah surga ini, kita masyarakat Indonesia di anugerahi tanah yang subur, namun sayangnya tidak semua malah lebih besar jumlah penduduk di indonesia tidak memiliki rasa bertanggung jawab atas anugerah ini. Dan pertanyaan besarnya ialah “apakah yang akan terjadi Jika kita tetap seperti ini?”.

Wisata alam Indonesia, kalau berbicara alam Indonesia tak usah diragukan lagi, dari Sabang sampai Marauke kalian akan takjub atas anugerah yang di modali Tuhan untuk kita, tapi apakah kita sadar apa yang selama ini kita perbuat ? modal yang di kasih Tuhan tidak kita manfaatkan dengan baik, malah ada beberapa oknum yang merusak modal kita untuk kepentingan dirinya sendiri. Hey bung, kita hidup satu bangsa satu negara, tega nya kalian memuaskan ego sendiri, lalu lupa dengan bangsa sendiri. Inilah yang terjadi saat ini detik ini, hutan hutan di Sumatra dibakar habis, untuk siapa ? terumbu karang dan satwa laut di jala habis, untuk siapa ? gunung dan bumi kita di keruk sampai tak tersisa, untuk siapa ?!! satwa langka yang harusnya di lindungi kini menjadi kompetensi untuk di habisi, hey bung, apa salah kami ?? sampai kau tega kuasai sendiri, kau sisakan kami cerita tanpa bukti, kau sisakan kami kerusakan yang tak kau tanggung jawabi, hey bung, apa salah kami sehingga harus kami yang membayar salah yang telah kau perbuat ? dimana hati nurani mu bung ? apakah sudah lupa alam ini milik bersama yang harus dibagi – bagi ? alam ini modal dari tuhan yang harus dijaga sampai mati ? atau kau memang tidak punya hati nurani? sampai kau bisa berfikir kalau semua untuk mu sendiri ? tak tega kah kau melihat kami bung ? kau membuat wisata alam menjadi tempat yang cendala bagi alam.

Saya sangat berharap kepada tuhan agar membukakan kesadaran oknum oknum tak bertanggung jawab ini, dan kepada pemerintah agar menindak tegas para pelaku yang memang terbukti melakukan kekejian ini, lalu apakah tugas kita berhenti, sampai karena sudah berharap ? Tidak! mari kita bulatkan tekad untuk negeri tanah surga ini, kita bisa memulai dari hal yang paling kecil, tidak membuang sampah sembarangan, bayangkan jika kita membuang sampah sembarangan maka ada 20 orang yang sama dengan kita, sedangkan jika kita membuang sampah pada tempat nya hanya ada 10 orang seperti kita. Tak apa, bukan kah lebih baik, dari pada hanya dilema ? kita juga harus bertindak. Untuk generasi selanjutnya, untuk masa depan Indonesia, untuk dunia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>