Dibalik Gaya Kumis Adolf Hitler

Standard

Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi (2013)

hitler

Adolf Hitler dengan kumis “sikat gigi”nya.
(Sumber: http://static.tvtropes.org/pmwiki/pub/images/ahitler.jpg)

Rambut yang tumbuh di atas bibir atas atau disebut kumis ini memang pernah dan masih menjadi tren di zaman ini. Mulai dari kumis tipis hingga kumis yang tebal, lebat, runcing lagi. Kumis memang sering melambangkan kejantanan. Selain itu juga memang mempunyai manfaat, studi terbaru dari University of Southern Queensland menemukan, bahwa lelaki yang memiliki khususnya kumis dan jenggot mendapat perlindungan sebesar 90-95 persen dari kerusakan kulit akibat paparan radiasi ultraviolet dari sinar matahari dan berisiko rendah terkena kanker kulit. Carol Walker, ahli kesehatan rambut dan pemilik Birmingham Trichologi Centre mengatakan juga, bahwa kumis dapat menahan debu dan serbuk sari yang menjadi asma. Sehingga alergen (pemicu alergi) itu tidak dapat masuk ke hidung dan paru-paru.

Adolf Hitler yang lahir pada tanggal 20 April 1889 di Prusia, ketua partai NAZI dan seorang diktator Jerman ini mempunyai kumis yang cukup unik. Seorang yang menulis buku Mein Kampf dan terlibat dalam pembersihan anggota SA, 200 sampai ribuan lebih dibunuh (Malam Pedang Panjang) ini memiliki kumis yang tidak menyeramkan dibandingkan perilakunya.

Memang ketika kita melihat kumis yang tanggung itu atau biasa yang disebut “Toothbrush Mustache” langsung teringat bayang Hitler. Seakan sudah menjadi trandmark tersendiri bahwa kumis tersebut kumis Hitler. Padahal bukan hanya Hitler saja yang memiliki kumis yang seperti itu. Charlie Chaplin pun memakai kumis seperti itu. Lantas menjadi pertanyaan sendiri untuk saya, “Kenapa Hitler memiliki kumis yang tanggung seperti itu?” “Kenapa tidak dicukur habis saja kumisnya?” “Apa memang tumbuhnya hanya disekitar situ saja?”

Seorang penulis Jerman yang pernah bertugas bersama Hitler di Divisi Infanteri Rendah 1914 mengungkapkan bahwa gaya kumis Hitler yang populer sampai saat ini, sebenarnya bukan pilihan sendiri.

Dalam tulisan yang tidak pernah dipublikasikan, Alexander Moritz, penuis yang meninggal tahun 1957 mengatakan bahwa Hitler semula memiliki kumis tebal melintang gaya Prusia yang membuat terlihat garang. Tetapi Hitler memangkas kumisnya menjadi berbetuk gigi kelinci hanya untuk menyesuaikan dengan masker penangkal serangan gas syaraf.

“Pria jangkung berwajah pucat itu terjatuh dari loteng setelah serang udara pertama musuh. Saat itu ia terlihat kurus dan kumis tebalnya terpaksa dipangkas karena menghalangi masker gas syaraf terpasang di wajahnya,” tulis Moritz.

Tulisan Moritz itu ditemukan Stefan Ernsting dan menyusunnya alam buku The Unkown Private – Personal Memories of Hitler di Kota Marbach. Tulisan Stefan juga mematahkan asumsi dari para sejarahwan bahwa Hitler memiliki gaya kumis yang khas itu karena mengikuti mode waktu itu.

hitler 2

Gaya kumis Hitler ketika masih menjadi prajurit di WW I
(http://www.jarrelook.co.uk/Urbex/Beelitz%20Heilstatten/Mens%20Pavilion/WWI_%20Hitler.jpg)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>