Am I Robot?

Standard

                                                 Oleh : Joshua Sikko, Sosiologi Unas (2013)

Teknologi terus berkembang setiap waktunya membuat semuanya menjadi ringkas dan mudah. Dengan teknologi kita lebih gampang dan cepat untuk melakukan sesuatu bahkan dengan kemajuan teknologi kita dapat lebih efisien dalam uang ataupun tenaga. Hampir semua lini dalam hidup kita mulai disusupi dengan kecanggihan teknologi.

Teknologi begitu bermanfaat untuk dalam kehidupan perkuliahan kita. Tidak jarang kita mengerjakan tugas dengan mencari data melalui halaman internet bahkan tidak luput untuk melakukan kegiatan copy paste untuk tugas-tugas yang kita kerjakan dan terkadang kita pun lupa untuk memasukkan sumber halaman yang kita ambil untuk menjadi bahan tugas kita.

Buku-buku yang tebal pun sekarang telah berubah dengan bentuk yang lebih ringkas dan tanpa perlu membutuhkan ruang dan berat dalam tas kita, buku yang sekarang dikembangkan dengan kehebatan teknologi menjadi buku elektronik. Buku-buku yang ingin kita baca tinggal kita cari bentuk pdf lalu masukkan ke gadget kita dan booom! Kita sudah dapat membaca dimana pun kita berada tanpa perlu membawa buku yang tebal-tebal seperti masa lalu.

Dengan kecanggihannya kita menggunakannya untuk tetap saling terkoneksi dengan orang-orang. Tidak hanya terkoneksi dengan orang-orang yang memang berada dalam kontak kita, namun juga terkoneksi dengan informasi yang selalu berubah setiap saat. Informasi yang kita perlukan untuk melakukan berbagai kegiatan, kita dapat mengetahui jalanan yang akan kita lalui macet atau tidak, kabar mengenai perkembangan kondisi politik, bahkan informasi mengenai gebetan atau pacar kita pun dapat kita ketahui dengan cepat.

Namun, dari semua kemudahan yang ditawarkan oleh kemajuan teknologi ini tiba-tiba otak saya kembali dipaksa untuk berpikir, apakah benar teknologi ini benar-benar membuat semuanya menjadi mudah atau malah kita yang dipaksa untuk berubah menjadi robot dengan dimanjakan teknologi yang berada di sekitar kita?

Suatu waktu dalam forum diskusi saya pernah mendengar suatu pertanyaan, lebih murah mana membaca melalui e-book atau buku cara lama?

Mungkin kita akan menjawab lebih murah membaca melalui e-book dengan segala kemudahan yang ditawarkannya, membeli e-book harganya jauh lebih murah daripada buku bentuk fisik, dengan e-book kita sudah begitu praktis membawa sekian banyak buku yang ingin kita baca, bahkan banyak yang menyediakan e-book dengan gratis. Coba kita bayangkan dengan buku bentuk fisik, membeli yang palsunya saja masih menguras kantong apalagi membeli buku yang aslinya? Buku dalam bentuk fisik yang kita beli begitu boros tempat apalagi dengan buku yang tebalnya bisa digunakan untuk gebuk maling. Ah, iya, terkadang mendapatkan buku lama pun susah untuk didapatkan bila dalam bentuk fisik. Sebagai contoh, saya memiliki buku Multatuli dalam bentuk tulisan tangan dalam versi e-book padahal kalau bentuk fisiknya susah mencari versi tulisan tangan.

Tapi tidak, jawaban yang saya dengar saat itu bukan e-book tetapi buku dalam bentuk fisik. Alasannya sederhana, penggunaan e-book akan bergantung pada gadget tetapi buku dalam bentuk fisik tidak bergantung dengan apapun. Belum lagi dihitung biaya update aplikasi yang memerlukan paket data untuk dapat terhubung dengan internet.

Perkembangan teknologi bila kita tidak memanfaatkan dengan baik akan membuat kita berubah bukan menjadi manusia lagi melainkan menjadikan kita robot yang bergerak karena teknologi yang kita miliki.

Kita dapat terkoneksi dengan orang-orang yang jaraknya jauh dari kita, tetapi kita sering menjadi jauh dengan orang-orang yang berada di sekitar kita pada saat itu. Kita lebih peduli dengan kondisi orang yang jauh, padahal orang yang berada di sekitar kita pun membutuhkan rasa kepedulian kita. Sebuah budaya tatap muka mulai pudar dari kehidupan kita, sebuah budaya yang pudar itu membuat kita akan bertanya apakah kita benar-benar manusia atau kita robot?

Merefleksikannya dalam kehidupan perkuliahan kita, teknologi sering begitu diperkosa untuk keperluan kita. Melakukan copy paste untuk mendapatkan nilai bagus, padahal kita tidak tahu apakah yang kita ambil itu sumbernya jelas atau tidak, lalu bila dimintakan pertanggungjawabannya hanya geleng-geleng tidak mengerti.

Daya pikir kita dipaksa untuk mengikuti perkembangan jaman, kita semakin dipaksa untuk menjadi seorang robot yang hidupnya begitu-begitu saja. Menjadi seorang yang semakin konsumtif, menjadi seorang yang rela mengikuti apapun perkembangan jaman, dan tidak memiliki sebuah pijakkan yang tetap.

Tetapi, sebuah robot tidak hanya melulu mengikuti apa yang telah diperintahkan oleh empunya teknologi. Dalam berbagai kisah cerita kartun banyak robot yang masih menggunakan daya pikirnya untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah, dan banyak juga robot yang diceritakan memiliki perasaan seperti manusia, atau robot-robot yang berdiskusi untuk melakukan sebuah pergerakkan melawan penindasan robot.

Hingga akhirnya, apakah kita memang robot? Mungkin saja kita adalah robot-robot yang diciptakan, namun bukan sebagai robot yang mengikuti perkembangan jaman dengan mentah tetapi robot yang masih mau berpikir dengan menggunakan teknologi dengan baik. Kita merupakan sebuah robot yang diciptakan untuk kehidupan yang lebih baik meski kita tidak pernah tahu arti dari sebenarnya dari kehidupan yang lebih baik itu seperti apa.

Tumpukkan buku yang usang dengan kertasnya yang telah berubah menjadi cokelat, tumpukan buku itu sudah tidak berguna lagi hanya digunakan sebagai sebuah ornamen dalam rumah atau ruangan dalam kedai kopi. Semua orang sudah terpaku pada talenan di tangannya yang dibawa kemana-mana untuk membaca buku atau berita.

Kita berjalan begitu saja, mengobrol dengan orang lain dengan mata terus menatap talenan yang kita pegang. Menyimpan semua data di awan-awan dan bila diperlukan tinggal membuka mesin pencari untuk mendapatkan semua data yang kita perlukan. Begitu mudahnya hidup ini, semuanya begitu mudah berkat perkembangan teknologi yang begitu cepat.

“Am I robot? Not a human

Or am I robot, Act like human”

Am I Robot – Goodnight Electric

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>