Bedah Buku: Coming Out, by Hendri Yulius (Review Diskusi)

Standard

 Bedah Buku Coming Out, by Hendri Yulius (Review Diskusi)

Oleh: Ramzy Farrazy, Ilmu Hubungan Internasional (2011)

crimsonstrawberry(dot)wordpress(dot)com

Cover Buku Coming Out
Sumber: crimsonstrawberry.wordpress.com

Sekre KSM Unas kembali membedah sebuah buku yang sangat menarik untuk dibaca: Coming Out. Buku ini ditulis oleh Hendri Yulius dan diterbitkan bulan Maret 2015 oleh Kepustakaan Populer Gramedia. Bedah buku dipandu oleh Teuku Ramzy (Hubungan Internasional 2011), Selasa (13/10).

Buku ini terbagi atas tiga bagian utama: Gay(o)graphy yang memaparkan pemahaman dasar atas LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender), gender dan seksualitas; Gay(o)metry yang lebih memaparkan kepada isu LGBT dalam ranah kebudayaan dan Gay(o)politics yang membahas pergerakan LGBT. Walaupun begitu, buku ini khusus membahas kepada Gay saja. Terdapat beberapa bab yang cukup menarik untuk dikaji seperti the Gay Gene yang membahas perdebatan dari manakah seseorang dapat menjadi gay. Continue reading

Kajian FIlsafat Lacan dalam Film Disney “Frozen”

Standard

Oleh: Teuku Ramzy Farrazy, Ilmu Hubungan Internasional (2011) [i]

Salah satu dari pada pelbagai provokasi Lacan[ii] yang paling terkenal adalah “Kekurangan ialah Ibu dari hasrat.” Yang kemudian berkesinambungan dengan “woman does not exist”.  Tampaknya hal ini perlu lebih lanjut ditelisik guna memahami seksuasi. Formula ini seringkali disalahpahami sebagai sesuatu yang antifeminis atau bahkan misoginis.[iii]  Padahal, pemikiran ini tak lebih dari sebuah kajian Etika. Lantas, apa hubungannya dengan film Box Office Disney Frozen?

Frozen (2013) adalah film animasi 3D atau tiga dimensi produksi Walt Disney Pictures (Amerika Serikat) yang pada dasarnya diadaptasi dari dongeng anak-anak The Snow Queen mahakarya Hans Christian Andersen. Dalam film ini, diceritakan sepasang adik kakak Elsa dan Anna yang terjebak dalam suatu relasi yang rumit, dan mengakibatkan marabahaya setiap kali Anna mendekati kakaknya, Elsa. Sesungguhnya, film ini mengisahkan sebuah konsep kastrasi dari jouissance, pergumulan dalam sebuah ‘lackness’ atau kekurangan. Continue reading