WASPADAI FOOD SECURITY (KETAHANAN PANGAN) TERHADAP MAFIA DAGING SAPI

Standard

Oleh: Nanda Ellyas I, Ilmu Hubungan Internasional (2012)

Pangan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Di antara kebutuhan yang lainnya, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dulu hingga sekarang masih terkenal dengan mata pencaharian penduduknya sebagia petani dan beternak. Luas lahan pertanian pun tidak diragukan lagi. Namun, dewasa ini Indonesia justru menghadapi masalah serius dalam situasi pangan yang menjadi kebutuhan pokok semua orang.

Setelah membaca editorial Media Indonesia (12/8) lalu, halaman depan surat kabar tersebut memuat berita mengenai lonjakan harga daging sapi. Harga daging sapi kembali naik di sejumlah wilayah di negeri ini. Setelah sempat melonjak menjelang Hari Raya Idul Fitri lalu, harga daging kembali tidak terkendali di tengah lesunya perekonomian. Meski bukan gejala baru, kenaikan harga kali ini sungguh jauh di atas ekspektasi yang dapat diterima akal sehat. Continue reading

KEGUNDAHANKU KEPADA PARA NEGARAWAN

Standard

Oleh: M. Abrar Bekar Tasoti, Ilmu Hubungan Internasional (2012)

Melihat apa yang terjadi pada Bangsa Indonesia dewasa ini sangatlah membuat saya menjadi gundah gulana yang berujung pada kegelisahan, Mengapa?

Sebagai Mahasiswa yang dipandang oleh seluruh lapisan masyarakat sebagai kaum terpelajar, pastinya kita banyak mempunyai ide/gagasan yang akan kita tuangkan dalam sebuah tulisan. Tanpa menulis, seorang mahasiswa akan tenggelam ke dalam kenyamanannya dan lupa akan esensi mereka sebagai kaum intelektual yang semakin digerus oleh zaman globalisasi dan imperialisme model baru. Continue reading

Penyiaran Berita Menggunakan Teori Agenda Setting Media

Standard

Oleh: Fitria Hariaty, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Teori Agenda Setting menyatakan bahwa sebenarnya pikiran kita secara tidak sadar diatur oleh media. Apa yang kita saksikan, itu sudah ada “agendanya”. Teori ini seolah-olah berkata bahwa manusia adalah makhluk bodoh yang tidak bisa berpikir dengan otaknya sendiri, sehingga dengan mudahnya mereka bisa “disetir” oleh orang-orang dibalik layar yang bahkan tidak kita kenal.

Suatu hari pada saat kunjungan ke DPR, kami para mahasiswa diperbolehkan untuk bertanya kepada anggota DPR. Waktu itu memang masih hangatnya berita DPR yang menghabiskan sejumlah uang untuk merenovasi gedung hingga miliaran rupiah, bahkan WC nya pun bekisar hingga 2 miliaran. Berita yang timbul membuat teman saya dengan didukung oleh anak-anak lainnya, karena kami sering melakukan perdebatan, bertanya kepada salah seorang PR (public reletions). Ia bertanya pertanyan retoritis yang ditanyakan hampir seluruh warga negara indonesia yang kritis ini, “Kenapa DPR buang-buang duit? DPR kan wakil rakyat, tidakkah tahu bagaimana pendapat rakyat tentang DPR? Mau tutup kuping aja gitu?” dan jawaban sang ibu PR membuat saya berpikir, walau teman-teman bersorak dan bertepuk tangan. Dan PR tersebut hanya tersenyum dan dengan tenang menjawab, “itu kan yang ditampilkan media. Media selalu menampilkan yang buruk-buruknya dari pemerintah. Tapi ketika pemerintah melakukan hal yang baik atau mencapai sesuatu yang baik, mengapa hal tersebut tidak diberitakan? Kita disini jujur saja tidak pernah melakukan survey tingkat kepercayaan masyarakat pada kita hanya melalui koran saja”. Continue reading