Friedrich W. Nietzsche

Standard

Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi Unas (2013)

2

Friedrich Wilhelm Nietzsche lahir di Rocken, Prusia, pada 15 Oktober 1844. Ia berasal dari keluarga yang sangat religius. Kakeknya, Friedrich August Ludwig, adalah seorang pejabat tinggi Gereja Lutheran. Ayahnya, Karl Ludwig Nietzsche, yang meninggal ketika Nietzsche masih berusia 4 tahun, merupakan seorang pendeta. Sedangkan ibunya, Franziska Oehler, ialah orang yang taat pada agama dan berasal dari keluarga pendeta. Latar belakang keluarganya yang religius inilah yang telah mendorong Nietzsche untuk belajar agama Kristen dan berusaha menaatinya sejak kecil. Akan tetapi, ketika dewasa, ia malah meninggalkan dan mengkritik ajaran agama yang diwariskan oleh keluarganya tersebut.

Secara umum, riwayat hidup Nietzsche dapat dibagi menjadi empat tahap. Pertama, masa kecil sampai menjelas dewasa. Masa kecil Nietzsche diwarnai dengan suasana pendidikan Kristen yang amat kuat dari keluarganya. Nietzsche sangan menikmati pengasuhan dan pendidikan yang diberikan keluarganya di masa kecilnya ini. Pada umur 6 tahun, ia masuk sekolah gymnasium. Disana, ia mulai belajar sastra dan musik. Continue reading

Narkoba: Masih Menjadi Ancaman Anak Bangsa

Standard

Oleh: Monica Rachman, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Narkoba sekarang ini menjadi permasalahan yang tidak bisa kita diamkan. Bagaimana tidak, sekarang ini narkoba menjadi masalah nomor satu di setiap kalangan.Semakin hari semakin banyak saja kalangan yang menggunakan narkoba mengingat Indonesia merupakan pasar yang cukup besar untuk pengedaran narkoba. Ini dikarenakan sebagian besar penduduk kita adalah usia produktif.

Pengguna narkoba sekarang ini terdiri dari berbagai macam profesi, mulai dari pilot, pengacara, pekerja kantoran, anak usia sekolah sampai mahasiswa. Melihat kenyataan ini tentunya sangat miris mengingat anak usia produktif lah yang menjadi korbannya. Usia produktif ini biasanya menjadi target pengedar narkoba, dikarenakan pada usia ini biasanya masih ingin mencoba sesuatu yang baru. Continue reading

Tragedi Memilukan Usai Hari Anak Internasional

Standard

Oleh: Astri Septiani, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Hari anak internasional diperingati setiap tanggal 1 Juni setiap tahunnya. Tiap-tiap negara memiliki cara berbeda-beda dalam memperingati hari anak internasional. Kebanyakan negara memperingatinya dengan aksi yang diselenggarakan dari anak dan untuk anak. Aksi tersebut digelar dalam rangka menghormati hak-hak anak mulai dari hak hidup, pendidikan, dan kesehatan.

Namun miris, beberapa hari selang peringatan hari anak internasional, media massa kerap digemparkan dengan kasus yang menimpa Engeline. Gadis kecil berumur delapan tahun asal Bali itu, akhir-akhir ini menjadi sorotan karena ditemukan terkubur di halaman belakang rumahnya. Continue reading

Generasi Muda Tanpa Rokok

Standard

Oleh: Fitrah Hanifah, Sastra Jepang Unas (2014)

Masa depan bangsa ditentukan oleh generasi mudanya. Banyak hal yang pemerintah lakukan untuk menjenjang potensi-potensi pemuda Indonesia, contohnya gratis biaya sekolah selama 12 tahun, beasiswa universitas di Indonesia maupun di luar negri, fasilitas gedung kreasi, dan banyak lagi yang lainya. Namun pemerintah masih kurang memperhatikan kesehatan pemuda Indonesia yang seharusnya menjadi acuan utama dikarenakan pemuda yang memiliki jiwa pemimpin harus mempunyai raga yang sehat dan otak yang cerdas. Salah satu masalah terbesar yang terjadi akibat kelengahan pemerintah adalah merokok dikalangan remaja. Sudah menjadi hal yang umum dilihat ketika seorang anak SMP menghisap rokok di kawasan umum.

Menurut survei pada tahun 2014, lelaki perokok di Indonesia mencapai 91%, dengan 40% diantaranya adalah remaja. Ini menunjukkan bahwa pengawasan pemerintah terhadap kesehatan remaja masih kurang optimal. Continue reading

Review Diskusi: Pelanggaran HAM Pemerintah Myanmar terhadap Etnis Rohingya

Standard

Oleh: Oky Anggraeny Karepesina, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Pembicara Diskusi : Salpidawati Cebero, Hubungan Internasional Unas (2013)

Etnis Rohingya sudah menetap di Myanmar selama beberapa generasi tepatnya sejak abad 7 Masehi. Sudah ratusan tahun tinggal di Myanmar dan sebenarnya mereka imigran dari Bangladesh. Jadi mereka  bukan orang asli Myanmar.

Kita semua tahu bahwa Asia Tenggara merupakan negara yang banyak imigran dari berbagai negara. Seperti Indonesia, sudah banyak imigran dari  Tionghoa, Arab, dsb. Begitu juga dengan Thailand, Malaysia, Filipina, juga Myanmar.  Namun perbedaannya adalah Indonesia menerima perbedaan, ketika mereka mengaku warga negara Indonesia, apapun etnisnya, kita merangkul mereka. Berbeda dengan Myanmar, pemerintah dan penduduk Myanmar tidak mau menerima keberadaan Etnis Rohingya. Continue reading

RAGUNANKU, HIBURANKU

Standard

Oleh: Lorenzo Al Kahfi, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Bapak Wahyudi Bambang bersedia diwawancarai seputar informasi mengenai Ragunan, Selasa (12/5) lalu . Dari informasi yang didapat, kebun binatang yang memiliki luas area 280 hektar dengan 211 jenis satwa di dalamnya ini merupakan salah satu kebun binatang terluas di Asia.

Nama Ragunan berasal dari salah satu tokoh masyarakat yang memiliki makam di sekitar area Ragunan yang bernama Raden Jaya Wiraguna. Nama beliau inilah yang kemudian dijadikan warga sekitar menjadi nama Ragunan Continue reading

Ingin Jadi Public Speaker yang Handal? Siapa Takut

Standard

Oleh: Monica Rachman, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

Terkadang ketika kita ingin berbicara di depan umum, pasti ada saja hal yang kita khawatirkan. Misalnya rasa gugup atau malu melihat banyak orang,  audience seperti apa yang akan kita hadapi, berapa jumlah audience-nya, selain itu apakah materi yang kita sampaikan bisa dimengerti dengan baik oleh audience. Nah untuk mengatasi hal tersebut, ada beberapa pedoman yang bisa kita gunakan untuk berbicara di depan umum agar pesan kita dapat tersampaikan dengan baik. Pedoman ini bisa digunakan sebagai list selama persiapan berpidato.

Tekankan Tujuan Informatif Anda

Tujuan utama kita berpidato adalah untuk menyampaikan suatu informasi. Tekankan bahwa tujuan kita adalah untuk menyampaikan informasi tambahan, bukan untuk memepengaruhi keyakinan seseorang. Continue reading