INDONESIAKU BUKAN INDONESIAMU

Standard

Oleh: Nur Arif Nico Gesano, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Saat ini permasalahan yang hadir di Indonesiaku sudah tidak terkendali lagi. Dari masalah sosial, kriminal, eksploitasi alam, sampai masalah terbesar yaitu korupsi yang merugikan bangsa ini. Indonesiaku belum bisa memberikan hukuman yang setimpal bagi pelanggarnya.

Kita mulai dari masalah sosial, Indonesiaku saat ini sudah kehilangan banyak nilai sosial. Sebagai contoh kecilnya adalah kebudayaan gotong-royong yang sudah jarang kita temui. Apabila kita tidak memiliki nilai kesadaran diri yang baik maka akan timbul rasa acuh tak acuh terhadap lingkungan sekitar. Padahal dari lingkungan sekitarlah kita bisa belajar menghadapi kerasnya lingkungan luar yang belum tentu memiliki nilai sosial yang sama. Sebenarnya nilai sosial yang baik harus sudah ditanamkan sejak kecil. Misalnya dari lingkup keluarga. Continue reading

Ucapan Selamat

Standard

Kelompok Studi Mahasiswa

Universitas Nasional

Mengucapkan

Selamat dan Sukses kepada

1429938537635

Jonathan

(anggota KSM Unas angkatan XIV)

Yang telah terpilih sebagai

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Sosiologi (Himasos)

Periode 2015-2016

dan

1429896707606

Fitria Hariaty

(anggota KSM Unas angkatan XIII)

Yang terpilih sebagai

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Himakom)

Periode 2015-2016

Semoga dapat mengemban amanah yang diberikan dengan baik

Korean Culture Day 2015

Standard

 Oleh: Astri Septiani, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

a

Suasana ketika Eru tampil mengisi acara Korean Culture Day di Balairung Universitas Indonesia. Pic by Astri S.

Korean Culture Day atau yang biasa disebut KCD merupakan acara tahunan yang diadakan oleh mahasiswa dan mahasiswi jurusan Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia yang pertama kali diadakan pada tahun 2008. Tahun ini Korean Culture Day mengangkat tema ‘Music Bring Us Here’. Acara KCD ini berlangsung dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 17.00 WIB, bertempat di Balairung Universitas Indonesia.

Acara ini antara lain dimeriahkan oleh talkshow bertemakan “All About K-Pop Concert in Indonesia”, parodi drama korea yang ditampilkan oleh mahasiswa dan mahasiswi Bahasa dan Kebudayaan Korea Universitas Indonesia angkatan 2014, permainan alat musik tradisional Indonesia seperti angklung dan kolintang oleh Mahasiswa Korea Selatan yang sedang mempelajari bahasa Indonesia melalui program pertukaran pelajar di Universitas Indonesia, atau yang disebut dengan BIPA (Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing), dance campuran Indonesia-Korea Selatan oleh Liga Tari, serta ada lomba dance dan singing cover yang dinilai langsung oleh juri-juri profesional dan berhadiah trophy serta uang tunai, setelah itu dilanjutkan oleh permainan musik tradisional Korea Selatan yang ditampilkan oleh Guksarang, dan yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, menjelang penghujung acara Eru, artis asal Korea tampil menyanyikan 6 buah lagu yang membuat seluruh penonton di Balairung bernyanyi bersama. Eru mengungkapkan kegembiraannya bisa datang lagi ke Indonesia untuk menghibur para pecinta Korea dan kemudian berjanji untuk datang kembali ke Indonesia untuk mengadakan konser di berbagai kota di Indonesia. Dengan selesainya penampilan Eru, maka selesai pula acara Korean Culture Day 2015. Continue reading

Pesona Alam Gunung Papandayan

Standard

Oleh: Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi UNAS (2014)

Gunung Papandayan merupakan gunung api berjenis strato. Gunung ini terletak sekitar 70 km di sebelah tenggara Kota Bandung tepatnya di Kecamatan Cisurupan , Kabupaten Garut, , Jawa Barat. Gunung dengan ketinggian 2665 m di atas permukaan laut ini, mempunyai beberapa kawah yang dinamai oleh warga sekitar, di antaranya ialah Kawah Baru, Kawah Mas, Kawah Nagklak, dan Kawah Manuk.

Meski termasuk golongan gunung yang tidak terlalu tinggi, tetapi keindahan , dan  keasrian gunung ini tidak kalah dengan gunung -gunung yang lebih tinggi. Gunung ini termasuk kategori gunung favorit yang sering dikunjungi para pendaki. Buktinya setiap akhir pekan apalagi hari libur, gunung ini tak pernah sepi pengunjung. Jalur pendakian pada gunung ini terasa landai, serta petunjuk jalan menuju puncak pun teramat jelas menjadikan gunung ini sangat direkomendasikan untuk para pendaki pemula. Continue reading

Era Smartphone yang Mempengaruhi Kebiasaan dan Perilaku Masyarakat dalam Kegiatan Sehari hari

Standard

Oleh: Monica Rachman, Ilmu Komunikasi UNAS (2012)

Sekarang ini banyak sekali jenis mobile phone yang beredar di pasaran Indonesia, mobile phone ini tentu saja terdiri dari berbagai macam merk dan bentuk yang beraneka ragam. Di era yang serba teknologi dan informasi seperti sekarang ini, tentunya kegunaan mobile phone menjadi sangat penting dalam kegiatan sehari-hari kita, mulai dari fungsi utama mobile phone sebagai alat komunikasi yang mana pada era 2000an hanya beberapa orang yang memilikinya. Pada saat itu masyarakat hanya menggunakan mobile phone untuk menelepon atau sekedar berkirim sms. Sedangkan sekarang mobile phone merupakan alat pendukung di tengah segala sesuatu yang serba cepat dan instan.

Kita tentu tahu bagaimana jayanya Nokia di Indonesia pada tahun 90an sampai tahun 2000an. Ponsel-ponsel Nokia yang saat itu masih menggunakan layar monokrom dan suara monofonik dengan cepat merajai pasar ponsel di Indonesia dan menjadi gaya baru. Ketika tahun 90an, Nokia 5110 menjadi sangat populer dengan casing berbagai warna dan tampilan yang menarik dan tentunya dengan menambahkan fitur game snake yang menjadi game legendaris di vendor ponsel Nokia. Kita tentu juga masih ingat walkman yang merupakan gadget yang populer saat kita masih kecil dulu. Nokia 5110 dan walkman ini menjadi sangat diminati dan dicari oleh masyarakat pada zamannya, banyak orang yang merasa dirinya ‘update’ dan berkelas ketika memakai gadget ini. Continue reading

KOMISI PEMILIHAN HIMPUNAN JURUSAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK (FISIP) UNIVERSITAS NASIONAL

Standard

Oleh : Winda Amalia, Administrasi Negara UNAS (2014)

Kali ini ada nuansa berbeda dengan pemilihan Ketua Himpunan Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini. Sebelumnya mekanisme pemilihan Ketua Himpunan Jurusan dilakukan dengan diadakannya musyawarah mahasiswa (Musma). Dalam Musma ada beberapa rangkaian kegiatan seperti pembacaan laporan pertanggung jawaban yang dibacakan oleh kepengurusan sebelumnya, kemudian pengkajian AD/ART dan proker, penentuan bakal calon, pembedahan visi misi hingga pada tahap pemilihan. Kali ini tidak lagi menggunakan Musma dalam pemilihan Ketua Himpunan Jurusan. Mekanisme pemilihan Ketua Himpunan Jurusan sekarang di wadahi oleh Komisi Pemilihan Himpunan (KPH) yang mana telah diberi tugas penuh dan wewenang oleh salah satu pihak tertinggi yaitu Dekan. Mungkin kemunculan KPH ini menjadi tanda tanya besar dan timbul rasa penasaran di benak masing-masing mahasiswa. Mengapa Komisi Pemilihan Himpunan dibentuk, lalu bagaimana bisa terbentuk anggota-anggota KPH itu sendiri kemudian bagaimana mekanisme pemilihannya dan pasti muncul pertanyaan-pertanyaan lain yang berbagai macam bentuknya. Oke saya akan mengupas sedikit rasa penasaran yang kawan-kawan alami saat ini, agar tidak muncul spekulasi-spekulasi negatif karena mekanisme yang dilakukan berbeda dengan mekanisme yang dilakukan sebelumnya.

Komisi Pemilihan Himpunan atau yang dikenal dengan istilah KPH adalah salah satu lembaga baru yang mana tugas dan fungsinya adalah mengatur dan menetapkan jalannya proses pemilihan Ketua Himpunan Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). KPH ini sendiri muncul berdasarkan Surat Keterangan (SK) Dekan yang baru. Proses perekrutan anggota KPH berasal dari masing-masing jurusan yang ada di fakultas FISIP. Masing-masing jurusan diminta perwakilan dua orang yang dipilih langsung dari Ketua Himpunan sebelumnya maupun dari Kepala Jurusan. Perwakilan dari jurusan tersebut diminta untuk mengkoordinasikan kepada jurusan masing-masing sehingga proses sosialisasi KPH dapat diterima oleh mahasiswa. Karena sebelum tahap mekanisme penentuan bakal calon dan pemilihan, KPH diminta terlebih dahulu untuk mensosialisasikan tugas KPH itu sendiri. Continue reading

SAMBUTAN KETUA UMUM PERIODE 2015-2016

Standard

Salam Pencerdasan!

Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, atas berkatnya Website KSM Unas masih aktif dan dapat memberikan informasi yang diharapkan berguna bagi para pembaca.

Tentunya website KSM Unas ini sebagai sarana berekspresi dan juga sebagai sarana belajar menulis teman-teman KSM Unas. Yang dimaksud belajar menulis adalah belajar menangkap momen kehidupan dengan penghayatan paling total yang paling mungkin dilakukan oleh manusia.

Semoga dengan adanya website KSM Unas dapat meningkatkan semangat menulis bagi kawan-kawan KSM Unas dan tentunya para pembaca.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dan tetap semangat dalam menulis. Mengutip  sedikit dari Helvy Tiana Rosa bahwa “Tulisan kita tak akan mati, bahkan bila kita mati.”

Salam Pencerdasan!

1428716497507 - Copy

 

Ketua Umum KSM UNAS Periode 2015-2016

Adara Sinatrya

Ilmu Komunikasi UNAS (2013)

Nasionalisasi Aset Negara Indonesia yang Dikuasai Asing

Standard

Oleh : Oky Anggraeny Karepesina, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

20150401_150054Suasana aksi tentang Nasionalisasi aset negara Indonesia yang dikuasai asing, Rabu (1/4). Photo by : Astri Septiani

Negara Indonesia boleh berbangga hati memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Negara yang merupakan rumah bagi ribuan flora dan fauna. Kekayaan yang membuat negara ini tinggal duduk manis dan menikmati semua kekayaan tersebut. Negara yang subur seperti salah satu penggalan lagu Koes Plus “Orang bilang tanah kita, tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Tetapi sayangnya, kekayaan alam yang seharusnya menjadi aset negara malah dikuasai 80% oleh negara asing.

Inilah yang membuat mahasiswa Universitas Nasional (Unas), melancarkan aksi demonstasi di Depan Kampus Unas, Pasar Minggu, Rabu (1/4) sore. Dalam aksi itu, mahasiswa menuntut negara untuk menasionalisasikan aset negara yang kini banyak dikuasai oleh negara asing.

Mahasiswa yang menamai dirinya ‘Unas Bergerak’ tersebut berkumpul di depan Kampus Unas, Pasar Minggu sekitar pukul 16.00 WIB. Tampak mahasiswa terlihat membawa spanduk yang bertuliskan kecaman dan penolakan terhadap penguasaan perusahaan asing di Indonesia. Continue reading