Peran Media Massa di Pra Pemilu 2014

Standard

Oleh : Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Media massa memang sangat berpengaruh bagi kehidupan, tidak bisa dipungkiri lagi, dari media media bisa mengubah fikiran suatu masyarakat. Seperti kata Jim Morrison, “Whoever control the media, control the mind”. Dan pada bulan-bulan lalu, banyak politisi memanfaatkan media untuk mencari atau mengambil hati rakyat, bahkan dengan cara menjatuhkan saingannya melalui media massa.

Pemilu 2014 menjadi ajang yang sangat alot bagi kedua kubu, antara kubu indonesia hebat dengan kubu merah putih. Mereka berlomba – lomba dengan segala cara untuk bisa mendapatkan suara pada saat pemilu berlangsung. Media merupakan suatu solusi alternatif bagi mereka untuk mengambil perhatian rakyat. ditambah para kandidat  dimasing – masing kubu memiliki suatu perusahaan media massa. Kondisi seperti ini menjadi sangat rentan untuk menimbulkan persaingan yang tidak sehat. Continue reading

Sambutan Suksesnya Acara Diklat KSM Unas

Standard

10806418_10206051602907901_643224148861814385_n

Assalamualaikum wr. wb.

Salam Pencerdasan!

Pertama-tama saya M.Abrar Bekar T selaku Ketua Umum KSM Unas periode 2014-2015 ingin mengucapkan puji syukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kelancaran dan kesuksesan acara rutin Diklat KSM Unas Angkatan XV, dan shalawat tidak lupa diucapkan kepada Nabi Muhammad SAW yang selalu memberikan syafa’at kepada kita semua. Harapan saya semoga dengan adanya agenda tahunan ini, bisa menciptakan kader KSM Unas yang berkarakter intelektual dan solid dalam harmoni kekeluargaan.

Terimakasih.

Salam Pencerdasan!

 

BAHASA JURNALISTIK

Standard

Oleh : Lorenzo Alkahfi, Ilmu Komunikasi Unas (2014)

Jurnalistik selalu diidentikkan dengan wartawan. Wartawan selalu identik dengan berita. Berita selalu disamakan artinya dengan informasi. Bicara tentang jurnalistik berarti bicara tentang informasi. Demikian, hal tersebut tak sepenuhnya benar. Jika jurnalistik hanya disejajarkan dengan informasi saja, maka sesungguhnya kinerja jurnalistik tidaklah maksimal karena informasi saja tidak dapat disebut sebagai karya jurnalistik. Selain itu, sesungguhnya kinerja jurnalistik sangat berkaitan dengan proses penyampaian informasi dari media kepada khalayak.

Menurut saya menjadi seorang jurnalis harus kreatif, memiliki rasa keingintahuan terhadap sesuatu hal yang menarik,yang baru dan bisa dijadikan sebagai informasi yang menarik. Jurnalis juga layak mempunyai rasa keraguan karena sepatutnya menjadi hal yang sangat penting bagi jurnalis. Dalam berita-berita itu ,tidak hanya menarik, tapi seorang jurnalis harus mampu dan bisa menggunakan bahasa yang bisa dimengerti oleh publik, karena terkadang tidak hanya orang-orang yang penting yang akan membaca dan mencari informasi-informasi terbaru. Jadi, seorang jurnalis harus bisa menyesuaikan bahasa yang digunakan tersebut. Continue reading