Potensi Indonesia Sebagai Negara Maritim

Standard

                                 Oleh: Nanda Ellyas, Hubungan Internasional Unas (2012)

Konsep kebijakan negara maritim terkonsentrasi terhadap wilayah dan keamanan laut demi membangun pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Indonesia, yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari laut sampai saat ini belum bisa dikatakan sebagai negara maritim karena lebih tergolong sebagai Archipelagic State (negara kepulauan).

Sudah jelas sumber mata pencarian masyarakat kita masih belum banyak terpusat pada laut. Padahal Indonesia telah dianugrahi potensi sumberdaya mineral laut yang cukup tinggi untuk memenuhi kesejahteraan rakyat. Seandainya kita dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi laut secara mandiri ketimbang asing yang melakukannya, dapat diprediksikan 100 kali lipat menaikan pendapatan kekayaan bagi negara.

Mengikuti isu-isu kontemporer dalam perkembangan dunia kelautan Internasional menjadi topik hangat yang selalu dibahas mengenai Dispute in The South China Sea yang akhir-akhir ini eksis dan tanggapan Presiden Joko Widodo sudah menyinggung masalah maritim ketika masa Pilpres 2014 bahwa Indonesia harus ikut berkepentingan dalam konstelasi politik kelautan di Laut China Selatan yang dapat mengancam bagi kedaulatan negara.

Continue reading

Indonesia dan Politik “Rapopo” dalam Kancah Dunia

Standard

                                   Oleh: Teuku Ramzy F, Hubungan Internasional Unas (2011)

Hingga tulisan ini diturunkan di web KSM Unas ini, Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI ke-7 belum jua menetapkan struktur kabinetnya. Jokowi mungkin tengah menyadari bahwa ia berada dalam suatu kondisi yang sulit, dimana suara rakyat dan bisikan elite partai saling berbenturan dan mengusik hati nuraninya.

Penulis pun jadi tergelitik. Butuh waktu lama kah seorang presiden jika harus mengambil suatu keputusan yang nantinya berkaitan dengan hubungan luar negeri? Seperti kita ketahui, bahwasanya Jokowi berjanji untuk meneruskan berbagai prestasi presiden yang menjabat selama dua periode sebelumnya yaitu Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY.

Menarik, karena dalam beberapa hal terkait urusan luar negeri, SBY kerap menuai pujian dari pihak asing. Mulai dari keaktifan Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Lebanon, bergabungnya dengan geng G20, yang tak lebih merupakan ajang formalitas-buang-buang anggaran dan sekedar upaya ikut serta dalam perdamaian dunia sesuai amanat konstitusi, hingga pencalonan SBY sebagai Sekjen PBB.
Continue reading

Pentingnya Bahasa Indonesia dan Bahasa Daerah

Standard
Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi Unas (2013)
Keunikan manusia sebenarnya tak hanya di kemampuan berpikirnya tapi juga kemampuannya dalam berbahasa. Ernest Cassirer menyebutkan bahwa manusia sebagai Animal symbolicum, artinya manusia menggunakan simbol, yang secara generik mempunyai cakupan luas dari Homo sapiens yaitu makhluk yang berpikir, sebab dalam kegiatan berpikirnya manusia menggunakan simbol.

Tanpa mempunyai kemampuan berbahasa ini maka kegiatan berpikir secara sistematis dan teratur tidak dapat dilakukan. Kita lihat di Indonesia yang terdiri atas bermacam-macam suku di tanah air mempunyai bahasa masing-masing yang digunakan dalam komunikasi antar suku.

Bahasa yang dikomunikasikan di tiap suku menghasilkan norma yang berbeda. Dari norma yang dihasilkan menciptakan aktifitas yang berbeda. Dan dari aktifitas yang berbeda menghasilkan kebudayaan yang berbeda di tiap suku. Lalu bagaimana cara Indonesia untuk mempersatukan semua suku bangsa yang ada di Tanah Air?

Continue reading

Susunan Kabinet Kerja Jokowi-JK

Standard

Oleh: Adara Sinatrya, Ilmu Komunikasi UNAS (2013)

Pada Minggu (26/10/2014) Presiden Joko Widodo akhirnya mengumumkan susunan kabinet di Istana Negara, Jakarta. Joko Widodo atau yang biasa dipanggil Jokowi memberi jajaran menterinya dengan nama Kabinet Kerja untuk menunjukan filosofi implementasi Trisakti yang dimaksudkan agar kabinet harus bekerja. Berikut daftar menteri yang ditentukan Jokowi:

Continue reading

Sumpah Pemuda dan Separuh Jiwa Nasionalisme

Standard

Oleh: Nanda Ellyas, Hubungan Internasional Unas (2012)

Kini banyak sekali generasi muda yang tak lagi paham dengan Sumpah Pemuda yang menjadi tonggak sejarah bagi tanah air tercinta ini. Seolah Sumpah Pemuda adalah sesuatu yang usang dan tak layak untuk disimpan menjadi suatu identitas.

Padahal Sumpah Pemuda bisa menjadi alat untuk menanggapi tantangan politik kontemporer yang kini menganggap perbedaan adalah hal yang lumrah. Apalagi sekarang banyak yang bicara atas nama reformasi dengan mengklaim bahwa Sumpah Pemuda ialah simbol sakti komitmen menghormati keberagaman politik.

Kata-kata yang terdiri tiga butir yang terkandung dalam Sumpah Pemuda, yakni ‘kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia’, sebenarnya cocok dengan konsep Bhineka Tunggal Ika dalam kesetiaan terhadap persatuan bangsa.

Continue reading

Sambutan

Standard

Salam Pencerdasan!

Setelah sekian lama dan seiring pesatnya teknologi saat ini, Kelompok Studi Mahasiswa Universitas Nasional (KSM Unas) akhirnya memiliki website resmi sebagai wadah berekspresi.

Butuh perjuangan dan usaha yang maksimal agar website ini bisa dimunculkan. Ide dan pikiran teman-teman KSM Unas yang dituangkan melalui tulisan dan gambar diharapkan dapat berguna bagi pembaca.

Tentu pembaca yang dimaksud adalah masyarakat luas dan juga khususnya mahasiswa sebagai agen perubahan yang akan membawa bangsa Indonesia ke jalan yang telah dicita-citakan sesuai dengan UUD 1945 dan Pancasila.

Akhir kata, saya ucapkan terima kasih dan selamat menikmati isi website KSM Unas.

BEKARKetua Umum KSM Unas

M Abrar Bekar T

Hubungan Internasional Unas (2012)