SAMBUTAN KETUA UMUM PERIODE 2017-2018

Standard

Assalamualaikum Wr. Wb

Salam Pencerdasan!

Terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmatNya sehingga Website KSM Unas masih dapat menjadi wadah bagi teman – teman KSM Unas untuk menuangkan ide – idenya ke dalam bentuk tulisan. Tak lupa juga saya ucakan terimakasih sebesar – besarnya kepada teman – teman KSM Unas yang telah mempercayai saya menjadi ketua umum KSM Unas periode 2017-2018. Semoga dalam kepemimpinan saya dapat membawa energi positif bagi teman – teman KSM Unas, sehingga dapat berkarya setinggi – tingginya yang dapat bermanfaat bagi nusa dan bangsa. jika mengutip Presiden ke-40 Amerika Serikat, Ronald Wilson Reagan “The greatest leader is not necessaliry the one who does the greatest things. He is the one that gets the people to do the greatest things.”

Salam Pencerdasan!

Curahan Hati dari Mahasiswa Semester 6 Tanggal 23 Mei 2017

Standard

Oleh: Achmad Al Fiqri, Ilmu Komunikasi Universitas Nasional 2014

                Kekuasaan memang menjadi suatu primadona  di dalam suatu sistem , di sebuah institusi, di suatu negara, maupun di dalam kehidupan. Jika di telisik dengan kasat mata, kekuasaan memang sarat dengan kepentingan. Tak bisa di pungkiri dengan kekuasaan, dapat menjadi batu loncatan untuk menggapai suatu tujuan, dan juga keuntungan, baik pribadi maupun golongan. Continue reading

KOMISI PEMILIHAN HIMPUNAN JURUSAN FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK (FISIP) UNIVERSITAS NASIONAL

Standard

Oleh : Winda Amalia, Administrasi Negara UNAS (2014)

Kali ini ada nuansa berbeda dengan pemilihan Ketua Himpunan Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik ini. Sebelumnya mekanisme pemilihan Ketua Himpunan Jurusan dilakukan dengan diadakannya musyawarah mahasiswa (Musma). Dalam Musma ada beberapa rangkaian kegiatan seperti pembacaan laporan pertanggung jawaban yang dibacakan oleh kepengurusan sebelumnya, kemudian pengkajian AD/ART dan proker, penentuan bakal calon, pembedahan visi misi hingga pada tahap pemilihan. Kali ini tidak lagi menggunakan Musma dalam pemilihan Ketua Himpunan Jurusan. Mekanisme pemilihan Ketua Himpunan Jurusan sekarang di wadahi oleh Komisi Pemilihan Himpunan (KPH) yang mana telah diberi tugas penuh dan wewenang oleh salah satu pihak tertinggi yaitu Dekan. Mungkin kemunculan KPH ini menjadi tanda tanya besar dan timbul rasa penasaran di benak masing-masing mahasiswa. Mengapa Komisi Pemilihan Himpunan dibentuk, lalu bagaimana bisa terbentuk anggota-anggota KPH itu sendiri kemudian bagaimana mekanisme pemilihannya dan pasti muncul pertanyaan-pertanyaan lain yang berbagai macam bentuknya. Oke saya akan mengupas sedikit rasa penasaran yang kawan-kawan alami saat ini, agar tidak muncul spekulasi-spekulasi negatif karena mekanisme yang dilakukan berbeda dengan mekanisme yang dilakukan sebelumnya.

Komisi Pemilihan Himpunan atau yang dikenal dengan istilah KPH adalah salah satu lembaga baru yang mana tugas dan fungsinya adalah mengatur dan menetapkan jalannya proses pemilihan Ketua Himpunan Jurusan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP). KPH ini sendiri muncul berdasarkan Surat Keterangan (SK) Dekan yang baru. Proses perekrutan anggota KPH berasal dari masing-masing jurusan yang ada di fakultas FISIP. Masing-masing jurusan diminta perwakilan dua orang yang dipilih langsung dari Ketua Himpunan sebelumnya maupun dari Kepala Jurusan. Perwakilan dari jurusan tersebut diminta untuk mengkoordinasikan kepada jurusan masing-masing sehingga proses sosialisasi KPH dapat diterima oleh mahasiswa. Karena sebelum tahap mekanisme penentuan bakal calon dan pemilihan, KPH diminta terlebih dahulu untuk mensosialisasikan tugas KPH itu sendiri. Continue reading

Nasionalisasi Aset Negara Indonesia yang Dikuasai Asing

Standard

Oleh : Oky Anggraeny Karepesina, Ilmu Komunikasi Unas (2012)

20150401_150054Suasana aksi tentang Nasionalisasi aset negara Indonesia yang dikuasai asing, Rabu (1/4). Photo by : Astri Septiani

Negara Indonesia boleh berbangga hati memiliki kekayaan alam yang melimpah ruah. Negara yang merupakan rumah bagi ribuan flora dan fauna. Kekayaan yang membuat negara ini tinggal duduk manis dan menikmati semua kekayaan tersebut. Negara yang subur seperti salah satu penggalan lagu Koes Plus “Orang bilang tanah kita, tanah surga. Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.” Tetapi sayangnya, kekayaan alam yang seharusnya menjadi aset negara malah dikuasai 80% oleh negara asing.

Inilah yang membuat mahasiswa Universitas Nasional (Unas), melancarkan aksi demonstasi di Depan Kampus Unas, Pasar Minggu, Rabu (1/4) sore. Dalam aksi itu, mahasiswa menuntut negara untuk menasionalisasikan aset negara yang kini banyak dikuasai oleh negara asing.

Mahasiswa yang menamai dirinya ‘Unas Bergerak’ tersebut berkumpul di depan Kampus Unas, Pasar Minggu sekitar pukul 16.00 WIB. Tampak mahasiswa terlihat membawa spanduk yang bertuliskan kecaman dan penolakan terhadap penguasaan perusahaan asing di Indonesia. Continue reading